Tahap Pertama BLT DD di Pesisir Barat Capai Rp5,426 Miliar
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Tahap Pertama BLT DD di Pesisir Barat Capai Rp5,426 Miliar

INILAMPUNG
Rabu, 03 Juni 2020

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP) Pesibar gelar rapat soal anggaran dana desa. Foto. Ina.

INILAMPUNG, Krui--Bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa (DD) di Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) pada tahap pertama mencapai Rp5,426 miliar untuk 8.990 kepala keluarga.

"Saya harap penyaluran BLT DD itu tepat sasaran. Jangan sampai ada masyarakat yang seharusnya layak namun tidak menerimanya,” tegas Bupati Pesisir Barat Istiqlal.

Agus menyampaikan hal itu saat rapat pengelolaan anggaran DD dalam penanganan wabah Covid-19. Rapat digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP) Pesibar di Ruang Rapat Cukuh Tangkil Setdakab Pesibar, Selasa 2 Juni 2020.

Dihadiri Sekkab Pesbar Lingga Kusuma, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Audi Marpi, sejumlah kepala OPD, camat dan ketua Apdesi Kecamatan.

Pada kesempatan itu, Agus Istiqlal meminta kepada seluruh peratin agar memanfaatkan anggaran DD tahun ini lebih maksimal dalam penanganan wabah Covid-19.

“Peratin saya minta dapat bekerja dengan maksimal melayani masyarakatnya dalam rangka mencegah penyebaran covid 19 di daerahnya masing masing,” kata dia.

Diharapkan, peratin dapat melaksanakan kegiatan pencegahan di wilayah masing-masing. Salah satunya dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat. "Sampaikan imbauan secara bijak agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat," katanya.

Menurut Agus, salah satu kegiatan yang harus dilaksanakan oleh aparat pekon adalah memastikan bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari anggaran DD tepat sasaran, karena tidak semua masyarakat mendapatkan bantuan itu.

Selain itu, Agus Istiqlal meminta masyarakat dapat melaksanakan imbauan pemerintah terkait pelaksanaan tatanan hidup baru atau new normal, dan masyarakat harus mampu melaksanakan hal itu.

“Tatanan hidup baru itu harus dilaksanakan. Jika masih banyak masyarakat yang tak acuh, gelombang kedua wabah ini bisa saja terjadi. Karena itu masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan dengan baik," katanya. (ina/inilampung.com).

LIPSUS