Warga Pringsewu Terjangkit DBD Capai 937 Orang
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Warga Pringsewu Terjangkit DBD Capai 937 Orang

INILAMPUNG
Rabu, 24 Juni 2020

Data penyakti DBD di Kabupaten Pringsewu. Foto. Ist.
INILAMPUNG, Pringsewu--Warga Kabupaten Pringsewu yang terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) sejak Januari hingga Mei 2020 mencapai 937 orang.

Kasus DBD itu ditemukan di 13 puskesmas yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Pringsewu. Pada sekitar Januari dan Februari, dua orang meninggal dunia.

Data dari Seksi P2PM Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu disebutkan DBD yang ditangani Puskesmas Gadingrejo ada 228 kasus, Puskesmas Rejosari Kecamatan Pringsewu 108, Sukoharjo 86, Pagelaran 73, Ambarawa 73, Puskesmas Pringsewu 65 kasus.

Lalu Puskesmas Wates Kecamatan Gadingrejo ada 64 kasus, Pardasuka 60, Bumiratu Kecamatan Pagelaran 59, Banyumas 48, Fajarmulya Kecamatan 47, Puskesmas Bandungbaru 16 dan Puskesmas Kecamatan Adiluih ada  10 kasus.

Kasie P2PM Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu Herlambang, mewakili kepala dinasnya, menjelaskan pada Januari hingga Maret 2020 jumlah kasus DBD di Kabupaten Pringsewu cukup tinggi, bahkan di atas rata-rata jumlah kasus selama lima tahun.

"Namun pada April sampai Mei 2020 mengalami penurunan hingga di bawah rata-rata jumlah kasus selama lima tahun," terangnya ketika dihubungi via ponsel, Rabu (24-6-2020)

Penurunan kasus DBD tersebut karena dilakukan berbagai upaya pengendalian dan mengurangi jumlah kasus, seperti melaksanakan Geber PSN (Gerakan Bersama Rakyat Pemberantasan Sarang Nyamuk).

Selain itu, pemerintah setempat melakukan larvanisasi untuk pelaksanaan abatesasi (larvasida yang digunakan Abate dan BTI). Juga, melakukan pengasapan (foging) di daerah yang terdapat kasus DBD.

"Kami juga gencar melakukan sosialisasi pencegahan DBD melalui radio, spanduk, leaflet dan sarana media lainnya," jelas Herlambang

Wakil Bupati Pringsewu Fauzi mengatakan ditengah pandemi Covid-19, kasus DBD di Pringsewu cukup tinggi dibanding kabupaten/kota di Lampung.

Menurutnya, sekitar Maret lalu Kabupaten Pringsewu mendapat predikat kedua kasus tinggi DBD di Indonesia setelah Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Menghadapi peningkatkan kasus DBD, Pemkab Pringsewu menerapkan berbagai program seperti Geber PSN serentak di sembilan kecamatan, juga dilakukan secara berkala.

Fauzi juga menginstruksikan agar di setiap dusun, pekon (desa) hingga kecamatan dibentuk Satgas Penanggulangan DBD guna kebersamaan dalam memetakan wilayah yang berpandemik DBD agar mudah terpantau. Disamping itu mengaktifkan kader jumantik dan posyandu yang ada.

"Alhamdulillah berkat kerja sama dan kepedulian yang tinggi dari semua elemen maka dalam tiga bulan kedepan ini kendati ada penambahan kasus DBD tetapi sedikit, hingga secara nasional statusnya menurun menjadi urutan kelima,"terang  Fauzi.

Dia mengajak masyarakat untuk membersihkan lingkungan secara bergotong royong guna mencegah penularan dan penyebaran penyakit DBD.

Selain itu, masyarakat diminta menerapkan 3 M plus  yakni menguras tempat-tempat penampungan air dan menutupnya dengan rapat, memanfaatkan dan mendaur ulang barang bekas.

"Saya selalu mengimbau warga agar menanam pohon serai di pekarangan karena nyamuk tidak suka dengan aroma daun serai," katanya. (tyo/inilampung.com).

LIPSUS