Ditengah Pandemi, Petani Kopi Batubrak Dapat Berkah
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Ditengah Pandemi, Petani Kopi Batubrak Dapat Berkah

INILAMPUNG
Kamis, 23 Juli 2020

Mukhlis Basri petik kopi di kebun Safrufin di Batubrak, Lampung Barat. Foto. Ist.
INILAMPUNG, Batubrak--Anggota Komisi I DPR RI sekaligus Ketua Dewan Kopi (Dekopi) Provinsi Lampung Mukhlis Basri mengajak masyarakat khususnya petani kopi untuk bersyukur karena panen kopi tahun ini terbilang maksimal.

Ia mengibaratkan ada hikmah di balik cobaan, meski ditengah pandemi Covid-19, namun petani kopi di Lampung Barat (Lambar) justru mendapat berkah dari allah SWT.

Hal itu diungkapkan Mukhlis saat ikut memetik buah kopi di kebun milik Safrudin, petani di Pekon Kembahang, Kecamatan Batubrak, Lambar. Tanamn kopi yang dipetik buahnya tampak kembali berbunga kembali.

“Luar biasa, ini suatu berkah dari Allah SWT, buah kopi yang sudah dipetik, saat ini berbunga lagi. Kita harus bersyukur dan terus tekun dalam melakukan perawatan tanaman kopi insyallah hasilnya akan maksimal seperti saat ini ,”ujar Mukhlis.

Ia menungkapkan bahwa beberapa tahun terakhir, produktivitas kopi tak terkecuali di Kecamatan Batubrak mengalami peningkatan luar biasa, hal itu diyakini seiring dengan meningkatnya pemahaman petani dalam melakukan perawatan tanaman.

“Dulu wilayah ini termasuk yang ketinggalan soal kopi, tapi kini sudah bagus sehingga sangat masuk akal jika jika dalam satu hektare dengan populasi tanaman sebanyak 2500 batang dapat menghasilkan 3- 4 ton/hektare. Meskipun secara umum produktivitas kopi di Lambar masih diangka 700 kg sampai satu ton per hektare,” ungkapnya.

Untuk itu, dengan keunggulan petani kopi di wilayah tersebut, ia berharap dapat memotivasi petani kopi lainnya untuk belajar kembali teknologi budidaya tanaman. Apabila petani terus konsisten menjaga mutu biji kopi, akan menghasilkan harga yang berkelas.

Di tempat yang sama, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Lambar Agus Rosyid mengatakan, dari berbagai kegiatan pengkajian lahan yang dilakukan, pihaknya mengakui jika wilayah Kecamatan Batubrak menjadi jantung budidaya tanaman kopi di Lampung Barat.

“Memang isitilah kata leluhur, Kecamatan Batubrak ini jantungnya tanah dalam penanaman kopi, karena berada diatas lempengan yang sejalur dengan Kecamatan Suoh, sehingga petani kopi diuntungkan karena suhunya selalu hangat,”kata dia.

Selain itu, ia menambahkan bahwa mayoritas area perkebunan kopi di Batubrak juga memiliki struktur tanah yang datar sehingga sangat mendukung dalam kegiatan perawatan tanaman salah satunya pada pemupukan.

“Untuk jenis tanaman kopi yang di tanam di kebun pak Saprudin ini adalah jenis klon darmani, yang masuk sebagai salah satu jenis Kopi Robusta Liwa (Korola )," katanya.

Menurut dia, jenis kopi itu banyak tersebar di beberapa kecamatan. Tetapi ketika ditanam di Kecamatan Batubrak, citarasanya berbeda dengan yang ditanam di tempat lain. (mfn/rls/inilampung.com).

LIPSUS