Pamitnya Job Foto ke Lampung, Artis VS Ternyata Ngamar
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Pamitnya Job Foto ke Lampung, Artis VS Ternyata Ngamar

INILAMPUNG
Kamis, 30 Juli 2020



Vernita Syabilla (instagram)

INILAMPUNGCOM - Manajer Vernita Syabilla angkat bicara seputar tuduhan prostitusi online dan penangkapan pihak kepolisian Lampung.

Bahkan, manager bernama Koko itu sempat menanggapi unggahan Instagram Story, artis VS yang sempat salah 'ngetag' lokasi.

VS adalah selebgram dan artis Film Televisi (FTV) ditangkap Polresta Bandar Lampung dari hotel novotel di Bandar Lampung karena diduga terlibat dalam kasus prostitusi

Update status Vernita Syabilla terakhir, sebelum ditangkap dia sempat berfoto dan menyematkan (ngetag) tanda lokasi sedang berada di Pontianak, padahal dirinya berada di Bandar Lampung.

"Kalau masalah di Pontianak aku kurang tahu. Mungkin dia salah ngetag lokasi mungkin ya," kata Koko, manajer Vernita Syabilla saat dihubungi Rabu (30/7/2020).

Seorang anggota polisi membawa artis VS (tengah) saat menjalani pemeriksaan di Polresta Bandar Lampung, menghindar dari sorotan camera media, Rabu (29/7/2020). (ANTARA FOTO/ Ardiansyah/aww)

Hal itu berdasarkan pernyataan Vernita Syabilla sendiri. Sebab, beberapa hari sebelumnya, dia sempat menanyakan lokasi tes rapid untuk mengurus izin kepergiannya ke Bandar Lampung.

"Cuma dia ngomong ke akunya, Sabtu mau berangkat dia ngomong 'Aku mau ke Lampung, rapid test dimana sih?' aku jawab 'Ada tuh, coba aja' cuman dia nggak ngomong apa-apa lagi," jelasnya.

Perempuan yang sempat dikabarkan menjalin kasih dengan Richie Five Minutes itu mengaku ada pekerjaan di sana. Namun, ia mengaku untuk urusan foto model.

"Dia cuman ngomong mau ada job foto, kayak urusan dengan model gitu sih," ucap Koko.

Diberitakan, Vernita Syabilla diamankan di sebuah hotel Novotel yakni sebuah fasilitas hotel berbintang di Bandar Lampung bersama dua orang diduga muncikari. Mereka ditangkap terkait dugaan kasus prostitusi.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti uang Rp 30 juta dan alat kontrasepsi berupa kondom. (suara)


LIPSUS