Pesisir Barat Dapat Bantuan Stimulan Perumahan untuk 515 Rumah
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Pesisir Barat Dapat Bantuan Stimulan Perumahan untuk 515 Rumah

INILAMPUNG
Senin, 27 Juli 2020

Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal menyerahkan bantuan stimulan perumhan swadaya Rp17,5 juta per rumah. Foto. Eva.

INILAMPUNG, Pesisir Tengah--Kabupaten Pesisir Barat pada 2020 memperoleh bantuan stimulan perumahan swadaya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp9,239 miliar untuk merehab 515 rumah warga.

Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal pada Senin 27 Juli 2020 secara simbolis menyerahkan bantuan yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) Kementerian PUPR itu di Balai Pekon Sukanegara, Kecamatan  Pesisir Tengah. 

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Pesisir Barat, Arman Ahyuni menyebutkan bantuan itu terdiri atas 265 penerima senilai Rp4,864 miliar dan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) untuk 250 penerima dengan anggan Rp4,375 miliar. 

Total bantuan untuk 515 warga yang akan disalurkan di tiga kecamatan yaitu: Pesisir Tengah, Ngambur dan Kecamatan Ngaras. Jumlah anggaran seluruhnya mencapai Rp9,239 miliar. "Setiap penerima diberikan dalam bentuk tunai Rp17,5 juta," katanya

Di Pesisir Tengah sebanyak 218 rumah yakni untuk Pekon Pahmungan, Sukanegara, Kelurahan Pasarkota, Kelurahan Pasarkrui, Pekon Rawas, Pekon Kampungjawa dan Pekon Serai.

"Tahun 2020 ini kita menargetkan untuk menuntaskan rumah tidak layak huni. Dari keseluruhan bantuan tersisa 27 rumah yang ada di Kecamatan Pesisir Tengah yang tidak layak huni. Ini akan kita tuntaskan melalui anggaran APBD Pesisir Barat," jelas Arman.

Sementara Bupati Agus Istiqlal mengatakan bantuan rumah swadaya (BRS) merupakan program yang diamanatkan undang-undang, khususnya UU No 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Juga, wujud nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat dalam bentuk bantuan rumah swadaya.

Menurut Agus, bantuan ini merupakan salah satu program unggulan pemerintah untuk pengentasan kemiskinan khususnya bidang perumahan. Bantua ini bersifat stimulan untuk perangsang penerimanya membangun rumah layak huni. 

Berdasarkan hasil monitor dan evaluasi program yang telah terlaksana pada tahun sebelumnya, perlu ada peningkatan kualitas kerja, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan dalam pembangunan daerah dalam setiap kegiatan. 

Hadir dalam acara itu, staf ahli bidang kemasyarakatan, Asisten Bidang Pembangunan, Perekonomian dan SDA, Syamsu Hilal, perwakilan Bank BNI, pejabat dinas terkait, camat dan peratin serta masyarakat penerima. (eva/inilampung.com).

LIPSUS