PTPN VII Diminta Optimalkan Potensi Wisata Teluk Nipah
Cari Berita

Breaking News

banner atas

PTPN VII Diminta Optimalkan Potensi Wisata Teluk Nipah

INILAMPUNG
Jumat, 03 Juli 2020

Dewan Komisaris PTPN VII kunjungi Afdeling Kalianda. Foto. Ist.
INILAMPUNG.COM, Kalianda--Pasir putih dengan kontur alam yang indah di Teluk Nipah terlihat menakjubkan jika dinikmati dari bukit lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Afdeling Kalianda, Lampung Selatan.

Keindahan Teluk Nipah yang berada di Selat Sunda dan berhadapan langsung dengan pintu tol Sidomulyo, Lampung Selatan, memiliki prospek yang baik jika dikembangkan menjadi resor wisata.

“Ini pantai bagus sekali. Manajemen mesti meng-create untuk bisa memanfaatkan dan mengoptimalkan. Saya kira, ini adalah pintu untuk berpikir lebih luas. Bukan terpaku kepada core business saja. Ini bisa menjadi masa depan PTPN VII,” kata Komisaris Utama PTPN VII Nurhidayat.

Potensi bisnis di sektor pariwisata yang dimiliki PTPN VII itu, diungkapkan Nurhidayat saat mengunjungi lahan PTPN VII Afdeling Kalianda, Kamis (2-7-2020).

Pria kelahiran Pagaralam, Sumatera Selatan itu menilai pantai dengan pasir putih dan kontur alam menakjubkan itu bisa menjadi ladang pendapatan perusahaan ke depan.

Mantan Direktur Pelaksana PTPN III Holding ini meminta manajemen PTPN VII mengoptimalkan aset yang ada dengan kreatif.

Afdeling Kalianda seluas 875 hektare yang ditinjau Nurhidayat berupa kebun karet. Namun, pada areal yang terpisah sekitar 45 kilo meter dari kebun induknya itu masih ada sisa puluhan pohon kelapa hibrida. Tanaman kelapa itu adalah sisa dari diversivikasi tanaman yang pernah dilakukan sebelumnya.

Selain berisi tanaman, kandungan perut bumi lokasi itu terdapat batu basal hitam. Batu yang sangat baik untuk bahan beton bangunan ini dieksploitasi oleh anak perusahaan PTPN VII, yakni PT Optima Nusa Tujuh (ONT).

Salah satu potensi yang sangat menjanjikan ke depan adalah keberadaan pantai Teluk Nipah. Nurhidayat menyampaikan dalam kondisi saat ini manajer unit diharapkan dapat melihat peluang bisnis dan menyampaikan kepada manajemen.

Jika belum bisa dimanfaatkan secara maksimal dengan fasilitas tertentu dan manajemen modern, manajer harus berani melakukan terobosan dengan kebijakan antara. Tentunya dengan kajian bisnis dan pelaporan yang sebenarnya.

Menanggapi hal tersebut, Dicky Tjahyono menyampaikan langkah yang telah dilakukan manajemen saat ini dalam rangka menyelamatkan perusahaan.

Ia menyebut aset berupa alam indah di Afdeling Kalianda ini menjadi salah satu yang sudah diendors manajemen untuk dikerjasamakan menjadi resor wisata. Namun, dalam kondisi perusahaan sedang kurang memungkinkan, manajemen sedang fokus kepada penyelamatan perusahaan.

“Banyak program optimalisasi aset yang sudah kita rintis, seperti Teluk Nipah ini. Tetapi, kami sedang fokus penyelamatan perusahaan dengan menggali dan meningkatkan produksi dan produktivitas unit kerja,” kata dia.

Selain meninjau kebun karet, Nurhidayat juga melihat penambangan batu yang dilakukan PT ONT. Ia meminta semua anak perusahaan untuk meningkatkan kinerja dan pendapatan untuk menyokong induk perusahaan.

Komisaris Utama PTPN VII Nurhidayat, dalam kunjungan ini didampingi dua komisaris lainnya, yakni Mahmud dan R. Wiwin Istanti. Direncanakan, akan road show ke unit-unit PTPN VII wilayah Lampung. (mfn/rls/inilampung.com).

LIPSUS