13 Tahun Dewan Dakwah Jadi Penggerak Kurban ke Pelosok Desa
Cari Berita

Breaking News

banner atas

13 Tahun Dewan Dakwah Jadi Penggerak Kurban ke Pelosok Desa

INILAMPUNG
Jumat, 07 Agustus 2020

Relawan Laznas Dewan Dakwah Lampung membagikan kurban ke pesolosok. Foto. Ist. 
INILAMPUNG.COM, Bandarlampung—Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Dewan Dakwah  Lampung menjadi inisiator penggerak kurban ke pelosok desa di Provinsi Lampung. Selama 13 tahun sejak 2007, program Kurban Multi Manfaat menjangkau 15 kabupaten/kota dengan penerima manfaat hingga puluhan ribu jiwa.

Kegiatan rutin setiap Idul Adha, target penerima manfaat ini adalah masyarakat pelosok desa yang bahkan tidak pernah ada kurban karena beragam alasan salah satunya adalah kemiskinan. Pelaksana kegiatan adalah para amil Dewan Dakwah sebanyak sembilan orang bertanggung jawab 2-3 desa.

Hewan kurban dihimpun dari masyarakat perkotaan. Tahun ini, Laznas Dewan Dakwah menyalurkan 22 ekor sapi 33 ekor kambing kepada 15.492 jiwa (3.873 KK) di 29 lokasi penyembelihan. Antara lain, Desa Labuhan Makmur, Kecamatan Wayserdang, Kabupaten Mesuji, Desa Kasuipasar, Kecamatan Kasui, Kabupaten Waykanan, Desa Sukamarga, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Kampung Ringinsari, kecamatan Banjarmargo, Kabupaten Tulangbawang, Desa Panggungjaya, Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji.

Rahmat, warga Kampung Mesirdwijaya, Kecamatan Gedungaji Baru, Tulangbawang mengucapkan terimakasih kepada Laznas DD Lampung yang telah menyalurkan hewan kurban desanya. Menurut dia, selama desa ini berdiri, belum pernah ada kurban sapi. “Semoga masyarakat termotivasi untuk berkurban secara mandiri. Masyarakat juga mengharapkan agar silaturahim dan pembinaan terus terjalin,” katanya awal pekan Agustus 2020.

Melaksanakan ibadah sudah seharusnya tidak sekadar menggugurkan kewajiban. Tetapi lebih dari itu. Harus memberikan manfaat dan menjadi solusi sebagai jawaban atas kondisi riil di masyarakat.

Demikian halnya dengan ibadah kurban, Laznas Dewan Dawah menawarkan program inovatif berupa optimalisasi daging kurban sehingga Iebih  efektif dan  memberi banyak manfaat bagi masyarakat.

Fenomena yang kerap terjadi dalam setiap pelaksanaan kurban adalah menumpuknya hewan kurban di perkotaan. Di sisi Iain, banyak desa yang sudah bertahun-tahun tidak melaksanakan ibadah kurban dengan berbagai macam alasan.

Dengan alasan tersebut, serta untuk syiar Islam dan kepedulian terhadap sesama, maka Laznas Dewan Dawah Lampung membuat program Kurban Multi Manfaat. Hal ini terjadi karena kesenjangan ekonomi yang terjadi antara masyarakat perkotaan dan pedesaan. (mfn/rls/inilampung.com).

LIPSUS