Pandemi Covid 19, Tak Menghalangi Femila Tetap Kuliah Kerja Nyata Dikampung Halaman
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Pandemi Covid 19, Tak Menghalangi Femila Tetap Kuliah Kerja Nyata Dikampung Halaman

INILAMPUNG
Sabtu, 08 Agustus 2020




Femila Sari Nursyah Putri dan Ayahnya, Ismet Roni (ist)

INILAMPUNGCOM -- Dampak penyebaran pandemi Covid 19 tak menghalangi semangat para mahasiswi untuk melaksanakan praktik KKN (Kuliah Kerja Nyata).

Salah satu dari mereka adalah Femila Sari Nursyah Putri, mahasiswi dari Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (UNDIP) Jawa Tengah yang berasal Lampung.

Sambil pulang ke kampung halaman, Femila yang merupakan putri politisi senior Golkar, yakni H. Ismet Roni itu tetap melaksanakan parktek Kuliah Kerja Nyata (KKN).  Kegiatanya hanya bisa dilakukan pada lingkungan tempat tinggalnya, di kelurahan Sukarame, Bandar Lampung.

Dia mengumpulkan warga sekitar rumahnya, sekaligus memberikan penyuluhan tentang UMKM, yang menurutnya bisa menjadi kegiatan ekonomi kreatif.

Bagi Femila, krisis ekonomi yang timbul akibat wabah virus Corona (Covid-19) terasa di kalangan masyarakat kecil, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidupnya sebagai kerja buruh harian dan sektor informal.

"Covid 19 ini semula adalah krisis kesehatan umum, kini sudah mulai terasa sebagai krisis ekonomi," kata Femila dihadapan peserta KKN, di Perumahan Indah Sejahtera I, Bandar Lampung, hari Sabtu (8/8/2020).

Acara tersebut dinamai, Pemberian Pelatihan Manajemen Stres agar para pelaku usaha tidak Down dan tetap semangat menyongsong masa depan.

Femila saat penyampaian materi Pelatihan Manajeman Stres dengan mahasiswi lain (ist) 

Wawancara Warga
Sebelum melaksanakan KKN, wanita berusia 23 tahun ini mewawancarai beberapa warga sekitar yang terdampak covid-19. Dari hasil dari wawancara itu dia mengambil kesimpulan bahwa ada dua faktor yang membuat para pelaku usaha itu menjadi Stres.

” Rasa takut tertular virus covid-19 dari orang luar yang masuk ke dalam lingkungan perkampungan, dan pemasukan yang turun drastis akibat dari Pandemik ini ” ujarnya.

Untuk tahap awal Pelatihan dilakukan bagi 7 peserta UMKM dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Ada tujuh peserta yang saat itu mempunyai usaha yang berbeda-beda, mulai dari tempat makan dan kedai kopi sampai dengan usaha jual baju dan jilbab.

” Untuk awal kita memberi pelatihan bagi 7 UMKM disekitar, kedepan kita akan tetap memberi pelatihan bagi pelaku usaha yang terdampak covid-19 ini ” tambahnya. (*)


LIPSUS