Ismail Meladi: Isbedy Bicara Sehari-hari dan Politik
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Ismail Meladi: Isbedy Bicara Sehari-hari dan Politik

bdy
Sabtu, 08 Agustus 2020






INILAMPUNG - Penyair India yang menetap di Dubai, Ismail Meladi mengaku sangat tertarik dengan puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS dari Lampung.

Penyait cum jurnalis yang telah menerbitkan tiga buku puisi tersebut, turut membacakan 1 puisi karya Paus Sastra Lampung bertajuk "You Say" terjemahan John H. McGlynn dalam buku The Lontar Anthology of Indonesian Poetry (2017).

Pembacaan puisi Ismail Meladi itu sekaitan kanal youtube Paus Sastra Lampung yang dikelola Djadin Production, Lampung.

Dikatakan penyair India yang menulis dua bahasa, India dan Inggris, konotasi dalam puisi-puisi Isbedy sangat baik.

Meski baru mengenal Isbedy setahun lalu, ia sudah mengikuti karya-karya penyair Lampung. Di antaranya "Kini Aku Sudah Jadi Batu!" dari versi Inggris.

 "Saya mengenal Isbedy setahun lalu, saya begitu tertarik dengan topik puisi Isbedy," katanya dalam testimoni video baca puisi.

Masih kata penyair yang semula akan hadir pada Festugal Puisi Internasional Tegal Mas Island itu, puisi Isbedy sangat baik konotasi, mengarah pada politik dan juga tentang kehidupan sehari-hari.

"Masalah kehidupan sehari-hari, ditulis dalam puisinya dengan sangat baik." 

Dia berharap dapat membacakan puisi Isbedy yang lain.

Arief Mulyadin dari Djadin Production menjelaskan, kanal youtube Paus Sastra Lampung sepanjang 28 hari terakhir telah ditonton oleh 62,7 persen kaum pria dan 37,3 adalah perempuan.

Sementara kanal ini disaksikan beragam usia. Terbanyak, yakni 44,5 persen berusia 25-34 tahun.

Kemudian, usia 18-24 tahun sebanyak 26,7 persen, dan 35-44 (20,2%). 

Arief optimistis channel ini terus mendulang jumlah penonton dan subscribe. Selain itu terus meningkatnya jam tayang.

"Sebab, pembacaan puisi melalui youtube hal baru saat ini dan orang akan tertarik dengan hal semacam ini. Mungkin sulitnya mendapatkan buku cetak dan sebagainya," katanya.

Dulu orang memburu konten-konten prank dan hal yang lucu-lucu, saatnya menikmati yang serius.(zal/inilampung)

LIPSUS