Jelang Deklarasi KAMI, GMNI Sebut Itu Bagian Proses Demokrasi
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Jelang Deklarasi KAMI, GMNI Sebut Itu Bagian Proses Demokrasi

INILAMPUNG
Senin, 17 Agustus 2020




KAMI akan deklarasi 18 Agustus 2020, dan telah didukung 150 tokoh nasional (net)
INILAMPUNGCOM - Terbentuknya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang diprakarsai oleh mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin, dan sejumlah tokoh aktivis lainnya adalah bagian dari demokrasi.

Begitu dikatakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI), Imanuel Cahyadi. Dia berharap, adanya KAMI tidak menjadi polemik di ruang publik.

 "Pembentukan KAMI sebagai wadah aktualisasi bagi tokoh-tokoh yang berpartisipasi didalamnya adalah bagian dari proses demokrasi dan dijamin oleh konstitusi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8).

Sementara Muhammad Nasir ditempat terpisah berharap, pada deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang bakal diselenggarakan pada 18 Agustus 2020 mendatang seharusnya turut dihadiri Presiden Joko Widodo.

Seharusnya dia kasih sambutan di situ, lewat Zoom juga bisa. Bilang 'terima kasih kalian telah berkumpul, saya memang butuh sebagai vitamin, saya butuh orang-orang ini',” kata anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Nasir Djamil, Minggu (16/8).



Din Syamsudin, salah satu inisiator KAMI menjelaskan deklarasi akan digelar pada 18 Agustus 2020 pada pukul 10.00 WIB di Tugu Proklamasi, Pegangsaan Timur, Jakarta.

Menurut Din, sejauh ini sudah ada 150 tokoh yang bergabung dengan KAMI. Namun para tokoh yang bergabung tersebut tidak hadir seluruhnya.

Di antara 150 tokoh itu, ada nama putri Presiden pertama RI, Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli, mantan Menteri Kehutanan MS Ka'ban, Rocky Gerung,  dan Ketua Umum FPI Sobri Lubis

Menyelamat Indonesia
Imanuel menilai, semangat pendirian KAMI yang ingin menyelamatkan Indonesia harus dibuktikan, tidak hanya melalui gagasan. Namun, juga melalui aksi nyata.

"Narasi pendirian KAMI dalam semangat menyelamatkan Indonesia harus dibuktikan dengan aksi nyata. Apalagi, saat ini negara Indonesia sedang dilanda pandemik Covid- 19," jelasnya.

Oleh karena itu, sudah sewajarnya bila KAMI bersama dengan seluruh elemen bangsa yang lain bergotong royong untuk menyelamatkan Indonesia untuk keluar dari krisis.

Walau didasari oleh semangat menyelamatkan Indonesia, Imanuel tidak menampik kemungkinan bahwa pendirian KAMI juga sarat akan muatan politis. Ia hanya berharap bahwa para tokoh yang terlibat didalamnya mampu menempatkan prioritas penyelamatan negara dari pandemi Covid-19 diatas tujuan politis lainnya.

 "Kita juga menyadari bahwa ada motif politik yang diperjuangkan oleh para pendiri KAMI tersebut. Namun, prioritas saat ini adalah menyelamatkan Indonesia dari Covid- 19 agar Indonesia tidak jatuh dalam jurang resesi yang lebih dalam," tegasnya

Apapun yang menjadi agenda politis dari para tokoh tersebut, lanjut Imanuel, harusnya diperjuangkan sesuai porsinya, yaitu pada agenda Pemilu yang nanti akan kita laksanakan kembali pada tahun 2024 nanti.

"Harapan saya, semua elemen masyarakat dan pemerintah saat ini bisa berperan mengambil bagian dalam solusi permasalahan bangsa saat ini", tutup Imanuel. (*)


LIPSUS