Pertama di Indonesia, Ujicoba PJJ Tanpa Kuota di SDN 2 Margosari
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Pertama di Indonesia, Ujicoba PJJ Tanpa Kuota di SDN 2 Margosari

INILAMPUNG
Jumat, 28 Agustus 2020

Bupati Pringsewu Sujadi bersama sejumlah siswa dan guru di Pekon Margosari, Kecamatan Pagelaran Utara. Foto. Ist.
INILAMPUNG.COM, Pringsewu - Pekon Margosari, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, menjadi desa pertama di Indonesia yang menerapkan pendidikan/pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan teknologi tanpa kuota.

Teknologi yang digunakan, Aplikasi Belajar Daring Intranet atau ABDI Patriot 3 On. Teknologi ini diujicobakan di SD Negeri 2 Margosari, Kecamatan Pagelaran Utara, Kamis (27-8-2020).

Bupati Pringsewu Sujadi menandai peluncuruan ujicoba tersebut dengan memukul gong. Dihadiri Kepala Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Provinsi Lampung, serta para pejabat setempat.

Sistem PJJ tanpa kuota dengan teknologi ABDI Patriot adalah memanfaatkan mini server dan mini personal komputer rakitan menggunakan Arduino, Raspberry Pi/ Orange Pi. Televisi yang dimiliki warga dimanfaatkan sebagai keluaran (output) dan difungsikan sebagai layar monitor.

Sedang gawai pintar dan Acces Point / WiFi Hotspot dan Radio Komunitas untuk menghadirkan Konsep PJJ dengan 3 cakupan yakni On-Line, On-Air dan On-Land (3 On).

Bupati Sujadi mengatakan pembelajaran jarak jauh ini bisa menjadi inspirasi bagi semua pihak, terutama pada lokasi pekon (desa) yang berada di daerah pegunungan dan jauh dari kota seperti Pekon Margosari.

Menuruntnya, belajar itu bukan hanya membaca buku dan belajar mata pelajaran, namun juga belajar dalam membaca situasi dan kondisi. "Karena itu, jangan malu untuk meniru orang lain yang telah sukses, sekaligus meminta agar kekompakan dapat terus dijaga, karena kekompakan adalah kunci dari keberhasilan," ujarnya.

Sementara itu, Aris Kurniawan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI mengatakan, keunggulan pembelajaran jarak jauh ABDI Patriot 3 On tersebut yakni dapat mempertajam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dirumuskan sekolah dan guru, menyediakan waktu belajar yang lebih luwes bagi siswa untuk menerima pelajaran yang diberikan sekolah.

Untuk konsep On-Line, menyediakan media pembelajaran bagi sekolah dan siswa yang dapat diakses tanpa kuota internet dengan solusi yakni materi pembelajaran dapat disediakan dalam bentuk buku elektronik.

Soal elektronik dan video pembelajaran dan diletakan di dalam sebuah komputer server yang dapat diakses melalui komputer atau gawai pintar melalui WiFi jaringan intranet lokal. Materi yang digunakan merupakan bahan materi ajar legal sesuai kurikulum tingkat pendidikan yang dapat digunakan dalam penerapan PJJ.

Dengan desain jangkauan jaringan intranet yang memadai, konten dan media belajar dapat diakses langsung di rumah secara mandiri maupun berkelompok (1-5 siswa) pada satu lokasi atau shelter untuk mengatasi keterbatasan kepemilikan gawai atau komputer.

Kemudian untuk konsep On-Air, dapat menjembatani media bagi guru dalam penjelasan materi belajar dalam bentuk ceramah, serta dilakukan dengan siaran radio di studio radio komunitas dalam jarak jangkauan tertentu, di mana siswa dapat berinteraksi untuk bertanya melalui telepon, SMS atau menggunakan pesawat komunikasi HT.

Aris Kurniawan menututkan, untuk konsep On-Land, digunakan guru atau sekolah untuk memproduksi konten materi pembelajaran dalam bentuk video, dan bank soal atau penugasan.

Jika beberapa sekolah bergabung, lanjut Aris, sekolah-sekolah dapat membuat materi pembelajaran bersama, hal yang sama pula untuk siswa, dan kegiatan On-Land digunakan untuk mengerjakan penugasan dalam bentuk resume, pengerjaan soal atau proyek-proyek kecil, baik secara mandiri maupun kelompok terbatas.

Aris Kurniawan melanjutkan, pertimbangan kesehatan dan keselamatan siswa dan guru di tengah pandemi Covid-19 ini merupakan alasan penghentian sementara pembelajaran tatap muka di sekolah, sehingga PJJ secara daring ini diluncurkan agar siklus pembelajaran tetap berjalan di tengah pandemi.

Dia menambahkan, sebetulnya Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang lebih dulu menghubungi. Tetapi, Kementerian Kominfo memilih Kabupaten Pringsewu sebagai tempat ujicoba ABDI Patriot.

Hasil ujicoba PJJ di Pekon Margosari, akan dibawa ke Kementerian Kominfo di Jakarta. Selanjutnya ditularkan ke daerah lain di seluruh Indonesia. (tyo/rls/inilampung.com).

LIPSUS