Baru Dilantik, Nama Beberapa Pejabat di Pringsewu Dicatut untuk Minta Uang
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Baru Dilantik, Nama Beberapa Pejabat di Pringsewu Dicatut untuk Minta Uang

INILAMPUNG
Senin, 28 September 2020

Pelantikan pejabat tinggi pratama Pemkab Pringsewu, Jumat silam. Foto. Tyo.


INILAMPUNG.COM, Pringsewu--Sejumlah nama pejabat di Kabupaten Pringsewu yang dilantik pada Jumat (25-9-2020), dicatut orang tak dikenal untuk meminta uang puluhan juta rupiah.


Oknum itu mengaku sebagai kepala dinas/badan yang baru dilantik dan meminta sejumlah uang kepada bendahara kantornya. Alasannya, untuk diberikan kepada sekda sebagai ucapan terima kasih dan membatu percepatan proses administrasi lainnya.


Di antara nama pejabat yang dicatut adalah Kepala Badan Satpol PP Ibnu Hajianto, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Johran an Kadis Kesehatan Uli Noha.


Bendahara di Badan Satpol PP Pringsewu, Zul, mengaku pada Sabtu (26-9-2020) pagi, menerima pesan singkat (SMS) dari nomor 0852832207xx. Isinya, mengaku nomor itu milik Kepala Badan Satpol PP yang baru. 


Awalnya, dia mengaku percaya. Namun, selang beberapa jam, pengirim SMS mengondak lagi dan meminta menyiapkan uang Rp20 juta dan segera ditransfer. Alasannya, untuk diserahkan ke Sekda Pringsewu.


"Saya mulai curiga. Baru sehari dilantik menjabat Kepala Badan Satpol PP, kok sudah minta uang cukup banyak, sedang kas bendahara masih kosong," ujar Zul, Senin (28-9-2020).


Kemudian Zul mencari informasi mengenai kebenaran nomor hape tersebut.  Ternyata nomor itu bukan milik kepala badan yang baru dilantik. Kebenaran ini setelah dia menghubungi Kaban Satpol PP Ibnu Hajianto melalui nomor yang dimiliki.


"Kaban kaget dan menyatakan itu bukan nomornya, dan itu pasti punya oknum yang memanfaatkan situasi. Saya diperintah jangan melayani oknum tersebut," terangnya.


Hal yang sama juga dialami Mugiono, bendahara Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata. Peristiwanya juga pada Sabtu (26/9/2020). Dia mendapat SMS dari nomor yang sama dengan yang dikirimkan ke bendarana Badan Satpol PP, 0852832207xx. Modusnya juga sama, meminta menyediakan sejumlah uang dan ditransfer.


Namun Mugiono curiga. Ketika oknum itu menghubungi dia, suaranya berbeda dengan suara Kadis Porapar Jahron. "Oknum itu memaksa saya untuk pinjam uang kesana-sini. Karena saya curiga akhirnya tidak saya layani," ucapnya.


Kadis Kesehatan Uli Noha yang baru dilantik juga mengaku jika bendahara di Dinas Kesehatan beberapa hari lalu juga dihubungi oleh oknum dengan modus yang sama. "Benar bendahara saya juga pernah dihubungi oleh oknum yang sama," katanya.


Beruntung, bendahara langsung menghubungi nomor Uli Noha yang lain meminta kejelasannya. "Saya awalnya juga bingung, tetapi saya cepat ambil langkah jika oknum itu menghungi lagi jangan dilayani. Itu pasti oknum," terangnya.


Kepala Badan Satpol PP Ibnu Harjianto ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/9/2020), membenarkan jika bendaharanya nyaris tertipu. "Saya juga mendengar sejumlah bendahara lain juga mendapat telpon dari nomor oknum itu, seperti Bendahara Dinas Kesehatan, Disporapar juga Bendahara Dinas Pertanian," jelasnya.


Karena itu, dia bersama dengan dinas lain, akan melaporkan permasalahan itu ke Polres Pringsewu. "Segera akan saya laporkan, sebab jika dibiarkan akan bahaya dan sangat merugikan," tegas Ibnu. (tyo/inilampung.com).

LIPSUS