Disdukcapil Lampung Utara Ajak Orang Tua Daftar Kartu Identitas Anak
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Disdukcapil Lampung Utara Ajak Orang Tua Daftar Kartu Identitas Anak

rizal ns
Sabtu, 12 September 2020

INILAMPUNG.COM, Lampung Utara - Kartu identitas anak (KIA) adalah identitas resmi anak yang berusia di bawah 17 tahun dan fungsinya mirip dengan kartu tanda penduduk (KTP) yang dimiliki orang dewasa. KIA ini merupakan produk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan sudah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak.

Secara fisik, KIA berwarna merah muda dan memuat biodata anak. Seperti tempat dan tanggal lahir, alamat, nama kepala keluarga. Bentuknya pun mirip dengan KTP, hanya saja KIA belum berwujud elektronik.

Plt Kabid KK dan KTP Disukcapil Lampung Utara, Ferry Wijaya mengatakan, tujuan dibuatnya KIA untuk meningkatkan pendataan masyarakat. Terutama pada anak-anak yang berusia di bawah 17 tahun.

"Memastikan anak mendapat perlindungan dan hak konstitusionalnya sebagai warga negara. Memudahkan anak mendapatkan pelayanan publik, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, perbankan dan transportasi," jelasnya Ferry.

Kemudian, lanjutnya, mencegah terjadinya perdagangan anak, sebagai identitas diri jika anak mengalami peristiwa buruk. KIA sering juga disebut KTP anak karena pada dasarnya berfungsi sebagai identitas pengenal diri seperti pada KTP orang dewasa.

Selanjutnya,untuk membuat KIA dapat dilakukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten/Kota. KIA terdiri atas dua jenis, yakni KIA untuk anak di bawah usia 5 tahun dan KIA untuk anak usia 5-17 tahun kurang satu hari.

Syarat untuk pembuatan KIA berupa
Akta Kelahiran, Foto 2x3 sebanyak 2 lembar, Kartu keluarga asli orang tua, KTP elektronik asli kedua orang tua.

Untuk KIA untuk usia di atas 5 tahun, masa berlakunya hanya sampai usia 17 tahun kurang satu hari. Setelah itu, anak harus memiliki KTP elektronik yang berlaku seumur hidup.

"Untuk saat ini kami dari dukcapil mengutamakan dahulu bagi anak  Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Pertama(SMP)," tutup Ferry.(zal/yo/inilampung)

LIPSUS