Jenazah Seorang Kakek di Pringsewu Ditemukan Terapung di Kolam Ikan
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Jenazah Seorang Kakek di Pringsewu Ditemukan Terapung di Kolam Ikan

INILAMPUNG
Rabu, 30 September 2020

 
Petugas Polsek Pringsewu Kota melakukan olah TKP dikolam ikan tempat ditemukan korban tenggelam. Foto. Tyo.


INILAMPUNG.COM, Pringsewu - Seorang kakek berusia 83 tahun, Jemiyo, warga Pekon Waluyojati, Kecamatan Pringsewu ditemukan tewas tenggelam di kolam ikan di belakang rumahnya.


Pertama ditemukan oleh menantunya, Kusrin (46), Selasa (29-9-2020) petang. Korban dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan posisi terapung. Tertutup enceng gondok di kolam ikan berukuran 4x5 meter sedalam 75 cm.


Melihat mertuanya terapung di kolam, Kusrin berteriak meminta tolong. Bersama sejumlah warga sekitar, jenazah korban diangkat dan dibawah masuk rumah korban. Sebagian warga menginformasikan ke petugas Polsek Pringsewu Kota.


Tidak lama dari itu, petugas Polsek Pringsewu Kota dibantu Tim INAFIS Sat Reskrim Polres Pringsewu melaksanakan olah tempat kejadian perkara terkait meninggalnya seorang kakek akibat tenggelam didalam kolam ikan di Pekon Waluyojati.


Kapolsek Pringsewu Kota Kompol Basuki Ismanto mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri mengungkapkan, berdasarkan informasi dari sejumlah saksi pada Selasa (29/9/20) sekitar pukul  17.30 Wib korban masih terlihat duduk di dapur rumah korban.


Namun usai magrib korban tak kelihatan, akhirnya anak korban (Suswati) dan suaminya (Kusrin)  mencari korban di sekitar rumah dan dikolam namun tidak diketemukan.


Saksi Suswati ingat, saat menjelang magrib korban terlihat sedang duduk sambil melamun di sekitar kolam ikan. Kemudian dia menyuruh suaminya untuk kembali mencari korban di sekitar kolam. 


Kusrin kembali mencari di kolam dan melihat rumpunan enceng gondok ada yang rusak seperti bekas tertimpa benda. Karena penasaran,  saksi Kusrin mengambil kayu untuk menyingkirkan tanaman enceng gondok itu. Dan terlihat tubuh korban sudah tewas mengambang.


Kapolsek Pringsewu Kota memparkan, hasil pemeriksaan tim INAFIS  bersama tim medis UPT Puskesmas Pringsewu, ditubuh korban tidak ditemukan adanya luka maupun tanda-tanda bekas penganiayaan.


“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Korban dipastikan meninggal karena tenggelam," ungkap Kompol Basuki Ismanto.


Setelah serangkaian olah TKP dan pemeriksaan terhadap jenazah korban selesai, kemudian korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakamam.


Kapolsek menambahkan, penyebab korban sampai terjatuh dan tenggelam didalam kolam ikan akibat depresi ditinggal anaknya meninggal dunia. Hal itu berdasarkan keterangan keluarga korban.


“Selama empat bulan ini korban mengalami depresi akibat ditinggalkan oleh anak sulungya yang meninggal dunia karena sakit," katanya. (tyo/inilamung.com).

LIPSUS