Karena Dukung Paslon Walikota, Warga Mendapat Ancaman RT Bahkan Bantuan Distop
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Karena Dukung Paslon Walikota, Warga Mendapat Ancaman RT Bahkan Bantuan Distop

INILAMPUNG
Minggu, 27 September 2020

 


Rycko Menoza menyapa warga Sukajawa, Tanjungkarang Barat, dalam masa kampanye Pilkada Bandar Lampung, Minggu (27/9/2020).

INILAMPUNGCOM - Ketua Devisi Advokasi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Bandar Lampung Joni Warman mengaku praktek intimidasi sejumlah aparatur tingkat RT masih terjadi selama masa kampanye calon kepala daerah Bandar Lampung.


Berdasarkan laporan yang diterimanya, ada beberapa oknum aparatur tingkat RT melakukan aksi mengancam warga,  karena menerima suvenir dari calon wali kota Bandar Lampung. Bahkan, masih kata Joni, ada warga yang diancam akan dicabut (distop) bantuan dari pemerintah jika masih ada yang nekat mendukung Calon Walikota yang berbeda dengan yang didukung RT.


“Saya dapat laporan dari teman-teman di lapangan, ada aduan dari warga di salah satu RT di Kecamatan Labuhan Ratu dan warga di Kecamatan Rajabasa, mereka diintimidasi RT-nya karena menerima suvenir dari calon wali kota yang berbeda dengan pilihan RT-nya,” kata Joni, dalam keterangannya di Bandar Lampung, Minggu malam, (27/9/2020).


“Mereka dicaci maki, bahkan diancam akan dicabut bantuannya jika tetap mendukung calon wali kota tersebut. Saya kira, oknum RT ini sudah melaksanakan praktik demokrasi yang kotor ya, main ancam, mengintimidasi. Mereka masyarakat kecil, diancam dan ditakut-takuti. Kalau sudah begini, mau jadi apa demokrasi di negeri ini,” lanjutnya.


Rycko Menoza dan Johan Sulaiman di acara PKS 

Politik Harus Santun

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bandar Lampung mengajak semua pihak untuk berpolitik sehat dan santun dalam pelaksanaan Pemilihan Walikota-Wakil Wali Kota (Pilwakot) Bandar Lampung 2020.


PKS meminta semua pihak untuk bersama-sama menjaga marwah pesta demokrasi di Bandar Lampung agar berjalan jujur dan adil, tanpa adanya intimidasi.


“Jangan kedepankan politik intimidasi. Ayo berdemokrasi secara santun. Biarkan rakyat memilih berdasarkan kesukaannya dan program kerja yang ditawarkan. Jangan buat rakyat menjadi takut dan tidak cerdas dengan melakukan politik intimidasi,” kata dia.


"Pilkada adalah ajang adu gagasan untuk membangun Kota Bandar Lampung kedepan menjadi lebih baik lagi,” dia menambahkan.


Sementara itu, Calon Wali Kota Bandar Lampung Rycko Menoza mengatakan bahwa sejak 26 September 2020, sudah memasuki masa kampanye.


Rycko berharap petugas pelaksana pilkada, baik itu KPU ataupun Bawaslu, serta Satgas Covid-19 dapat menjalankan tugasnya dengan santun tanpa ada intimidasi terhadap calon tertentu.


“ Kita juga sangat berharap jangan ada lagi intimidasi terhadap calon tertentu, apalagi jika calon tersebut sudah melaksanakan aturan yang ada,” kata Rycko, saat menghadiri konsolidasi kader PKS se-Bandar Lampung di Aula DPW PKS Lampung. (L77//dbs)

LIPSUS