PKS Gelar Lomba Pidato Biografi Lima Tokoh Bangsa
Cari Berita

Breaking News

banner atas

PKS Gelar Lomba Pidato Biografi Lima Tokoh Bangsa

INILAMPUNG
Jumat, 25 September 2020

 Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini. Foto. Ist.


INILAMPUNG, Jakarta - Fraksi PKS DPR menyelenggarakan lomba pidato biografi lima tokoh bangsa. Yaitu, KH Hasyim Asy'ari (Pendiri NU), KH Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah), Bung Karno, Bung Hatta dan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Lomba berlangsung pada 25 September - 27 Oktober 2020. 


Lomba diluncurkan pada Jumat (25/9/2020) dalam seminar melalui daring yang menghadirkan narasumber: Salim Segaf Aljufri (Ketua MS PKS), Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR), Jazuli Juwaini (Ketua Fraksi PKS DPR), Miftahurrahim Syarkun (Pusat Studi Pemikiran Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari) dan Abdul Mu'ti (Sekum PP Muhammadiyah). 


Menurut Jazuli, lomba ini dilaksanakan agar generasi bangsa makin mengenal, mengetahui dan meneladani tokoh-tokoh bangsa yang berkontribusi dalam menghadirkan Indonesia merdeka yang teladannya mewarnai corak dan karakter kebangsaan Indonesia.


"Fraksi PKS ingin agar generasi bangsa tidak tuna sejarah dan tidak melupakan sejarah (jas merah) yang di dalamnya juga sangat kuat peran ulama (jas hijau). Maka diperlukan metoda pembelajaran, pendidikan, bahkan kampanye publik yang kreatif agar mereka tertarik mempelajari hingga meneladani para tokoh bangsa," terang Jazuli.


Apa yang Fraksi PKS lakukan selama ini, lanjut Anggota Komisi I DPR, untuk menumbuhkan literasi sejarah dengan fokus utama agar generasi bangsa memiliki kesadaran sejarah dan warisan tokoh-tokoh besar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sehingga bukan saja paham sejarah tapi juga mengerti bagaimana harus bersikap dalam menjaga keindonesiaan. 


"Indonesia ini dibangun dengan pemikiran dan gagasan yang besar dari para tokoh bangsa. Ada tokoh ummat yang sangat kuat khidmatnya seperti KH Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan hingga melahirkan ormas Islam terbesar NU dan Muhammadiyah yang membimbing umat Islam sebagai mayoritas di negeri ini agar memiliki karakter rahmatan lil alamin dengan paham keagamaan yang moderat (washatiyah) dan berkemajuan," ungkapnya. 


Fraksi PKS juga ingin publik lebih mengenal Panglima Besar Jenderal Sudirman pemimpin perang gerilya zaman revolusi fisik, panglima besar pertama Tentara Keamanan Rakyat (cikal bakal TNI) yang berangkat dari rakyat biasa, sangat aktif di pergerakan Muhammadiyah sejak muda, dan terkenal sangat taat beragama (relijius). Karakter ini yang menurut Jazuli mampu meningkatkan ghirah perlawanan penjajahan yang kuat pada pasukan TKR masa itu. 


"Tentu tidak ketinggalan peran dan kiprah proklamator Bung Karno dan Bung Hatta sebagai presiden dan wapres pertama dan peletak dasar pembangunan Indonesia merdeka. Sosok Bung Karno yang heroik dan Bung Hatta yang konseptual dan sederhana menjadi kombinasi pemimpin teladan dari setiap generasi," simpul Jazuli. 


Ke depan, menurut Jazuli, Fraksi PKS akan terus mensyiarkan peran dan kiprah tokoh-tokoh bangsa lainnya agar bangsa Indonesia makin memahami dan meneladani pikiran, gagasan, dan sikap hidup yang menjadi pondasi bagi kebangsaan dan kemajuan Indonesia di masa yang akan datang.


Sementara itu, Salim Segaf sebelum membuka acara mengatakan bahwa tokoh-tokoh yang ditampilkan dalam Lomba ini berangkat dari latar belakang yang berbeda, suku yang berbeda, dan ruang pengabdian berbeda. 


Namun mereka semua memiliki kesamaan yaitu perjuangan dan khidmatnya kepada Indonesia tanpa sedikitpun ada pamrih. Inilah yang harus diteladani oleh bangsa Indonesia apalagi dalam kondisi wabah covid-19 saat ini. 


Lebih lanjut narasumber yang hadir mengapresiasi inisiatif Fraksi PKS dan menegaskan betapa tokoh-tokoh bangsa yang ditampilkan memiliki kapasitas yang luas bahkan diakui oleh dunia, sehingga tokoh-tokoh itu bukan hanya milik golongan tertentu tapi milik seluruh rakyat Indonesia bahkan dunia. 


Maka tepat sekali Fraksi PKS mensyiarkan agar seluruh rakyat Indonesia lebih mengenal, memahami, dan meneladani tokoh-tokoh kebanggaan bangsa Indonesia tersebut. (eva/rls/inilampung.com)

LIPSUS