Wanita Serumpun Melayu Bina Peradaban Bangsa
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Wanita Serumpun Melayu Bina Peradaban Bangsa

INILAMPUNG
Minggu, 20 September 2020

Zoominar Wanita Islam Serumpun. Foto: Ist.


INILAMPUNG.COM - Korps Muda Pengurus Pusat (PP) Wanita Islam menginisiasi kegiatan Zoominar Wanita Islam Serumpun Melayu. Seminar daring ini direncanakan rutin setiap bulan.


Ketua Umum PP Wanita Islam, Marfuah Musthofa, mengatakan kegiatan itu bekerja sama dengan Hal Ehwal Wanita (Helwa) Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) dan Persatuan Pendidikan Islam Singapura (PPIS). Melibatkan wanita Islam serumpun dari Brunai Darussalam, Thailand, Kamboja, Vietnam dan dari negara lainnya. 


Dalam zoominar pertama yang digelar pada Sabtu, 19 September 2020, mengusung tema, Wanita Serumpun: Cabaran dan Masa Depan  dalam Membina Peradaban Bangsa.


Dalam siaran persnya, Marfuah menjelaskan, wanita berperan signifikan dalam proses pembinaan peradaban bangsa. Wacana peranan wanita harus bermula dengan membedakan perkara adat dan agama. Hal ini akan membantu wanita untuk menyumbang dengan lebih luas kepada masyarakat.


"Kami tidak hanya bicara soal isu-isu berkaitan dengan peranan gender. Tetapi agenda pembangunan masyarakat yang dibangun dan disumbangkan oleh wanita kepada masyarakat. 


Bagaimana ibu rumah tangga yang mungkin tidak sering tertonjol di tengah media, atau tidak pandai berpidato, tapi telah melahirkan anak-anak bangsa yang menyumbang kepada kejayaan dan kemajuan negara. 


"Perubahan yang terjadi perlu dadaptasi dan para aktivis harus jeli membaca dan melihat perubahan," kata tokoh wanita Islam nasional alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) --kini Universitas Islam  Negeri, Raden Intan Lampung itu.


Selanjutnya, mantan Kordinator Pusat (Korpus) Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati itu, menyebutkan secara garis besar kesimpulan seminar daring pada 19 September 2020.


Yaitu, Wanita Islam harus berada di lapangan dalam kehidupan masyarakat, di peringkat lokal dan antarabangsa. Kerjasama peningkatan keterampilan dan pengetahuan wanita Islam serumpun.


Pengkajian tokoh-tokoh wanita serumpun perlu terus diwacanakan dan penulisan sejarah tokoh-tokoh wanita Islam serumpun perlu dilaksanakan secara kolaboratif. 


Isu sosial harus ditangani, khususnya yang melibatkan hak dan perlindungan wanita dan kanak-kanak melalui platform lembaga swadaya masyarakat dan politik.


Perlu pembinaan ekosistem yang positif dan kondusif kepada wanita untuk memilih bagaimana bentuk sumbangan yang ingin mereka berikan kepada pembangunan dan peradaban bangsa.


Pengurusan keluarga harus dimulai dengan pengurusan diri wanita untuk beradaptasi dengan kehidupan norma baru dan membina kelompok masyarakat yang padu supaya dapat menaikkan sumbangan wanita kepada keluarga dan masyarakat.


Wanita Serumpun perlu berkongsi misi dan visi yang sama dalam menggerakkan wanita di masyarakat. Wanita serumpun juga perlu menyesuaikan diri dan bersatu dalam menghadapi persoalan bangsa, juga sumbangan terhadap pembangunan negara. (mfn/inilampung.com). 

LIPSUS