Hope, Ajudan Cantik Presiden Donald Trump dan Penularan Covid 19 di Gedung Putih
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Hope, Ajudan Cantik Presiden Donald Trump dan Penularan Covid 19 di Gedung Putih

INILAMPUNG
Minggu, 04 Oktober 2020

INILAMPUNGCOM - Kabar Donald Trump dan Meliana terpapar COVID 19 membuat nama Hope Hicks menjadi terkenal.

Siapa Hope Hicks, sang ajudan Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu, dan sepak terjangnya di Gedung Putih, terus menjadi perbincangan.

Apalagi, Hope ditengarai sebagai perantara penularan COVID-19 ke Donald dan Melania Trump.p

Presiden dan Ibu Negara Amerika Serikat dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 pada Jumat (02/10) kemarin. 

Menurut sumber di Gedung Putih, seperti dikutip Reuters, Hope Hicks sendiri pada sehari sebelumnya dinyatakan positif COVID-19 dan mengalami gejala--- sang ajudan bepergian secara teratur dengan presiden di Air Force One.

Hope, bersama dengan asisten senior lainnya, meneman Donald  ke Ohio untuk debat presiden pada hari Selasa, dan berikutnya (Rabu) hadir kampanye ke Minnesota. 

Selain parasnya yang cantik, body yang aduhai, publik dibuat penasaran siapa Hope Hicks yang bisa menjadi penasihat utama Donald Trump?


Jauh sebelum terjun ke dunia politik, Hope Hicks lebih dulu mencoba peruntungan di dunia model. Perempuan kelahiran 21 Oktober 1988 ini menjadi model remaja dan tampil di majalah Greenwich pada tahun 2002 lalu.

Tak berhenti sampai situ, Hope Hicks menjadi cover majalah untuk The It Girl tahun 2005 dan seri novel karya Cecily von Ziegesar. Hope juga mencoba berakting di opera Guiding Light sebagai cameo.

Selang dekade kemudian, Hope Hicks dipercayakan menjabat sebagai direktur komunikasi Presiden Donald Trump. Selama menjabat, Hope Hicks mengaku pernah berbohong kepada Perwakilan Rakyat Amerika.

Akibat pengakuan perempuan berusia 31 tahun itu, ia diperiksa selama sembilan jam untuk menyelidiki keterlibatan campur tangan Rusia dalam pemilu 2016 lalu.
Pasalnya terdapat rumor jika Donald Trump berkampanye dan berhubungan dengan Rusia. Namun, Hope Hicks menyatakan tak berbohong tentang apapun yang berkaitan dengan penyelidikan Rusia.

Sebagai direktur komunikasi, Hope Hicks juga mendikte dan membantu Donald Trump untuk menulis cuitan di Twitter selama kampanye dan menjabat. Tapi, Hope Hicks tidak memiliki media sosial.

Pada awal Februari 2018, sekretaris Gedung Putih, Rob Porter yang juga kekasih Hope Hicks kala itu, mengundurkan diri. Bukan tanpa sebab, Rob Porter dituduh dua mantan istrinya telah melakukan pelecehan secara fisik. Kedua mantan istri Rob bahkan tak segan-segan merinci kejadian dan menyebarkannya ke publik.

Kala itu juga, Hope Hicks dilaporkan membela mati-matian Rob Porter. Bahkan Donald Trump merasa diabaikan hingga frustrasi karena Direktur Komunikasi Gedung Putih pribadinya lebih fokus pada kasus Rob Porter.

"Trump telah memberi tahu rekan-rekannya bahwa dia merasa Hope Hicks menempatkan prioritasnya sendiri di atas prioritas Donald Trump. Namun, ada sedikit yang menunjukkan bahwa posisi Hicks dalam bahaya,” ungkap 
narasumber dari Town and Country Mag.

Namun hubungan Hope Hicks dan Rob Porter tak bertahan lama. Hope Hicks putus tak lama setelah mengundurkan diri sebagai Direktur Komunikasi Gedung Putih pada 29 Maret 2018.

Selang dua tahun, Hope Hicks kembali diminta untuk bekerja di bawah pimpinan Donald Trump. Bedanya, kini perempuan berambut pirang ini menjabat sebagai ajudan Donald Trump. Hope Hicks bertanggung jawab langsung kepada ajudan Presiden Amerika Serikat ke-45, Jared Kushner sebelum dibawahi oleh Donald Trump.

LIPSUS