Orari Pringsewu Tuan Rumah Ujian Negara Amatir Radio
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Orari Pringsewu Tuan Rumah Ujian Negara Amatir Radio

INILAMPUNG
Minggu, 11 Oktober 2020

Pengurus Orari Pringsewu beraudensi dengan Wakil Bupati Fauzi. Foto. Tyo.


INILAMPUNG.COM, Pringsewu--Kabupaten Pringsewu menjadi tuan rumah Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) Lampung pada 15 Otkober mendatang.


Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pembina dan Pengawas (DPP) Orari Lokal Pringsewu Haris Santoso saat beraudiensi dengan Wakil Bupati Fauzi di rumah dinasnya, Sabtu (10-10-2020).


Turut hadir dalam audiensi, Wakil Ketua DPP Orari Pringsewu Aris Mulato, Sekretaris Indra, dan Bidang Organisasi Alhadi Nurkhalis Akhyar. Didampingi Paryono dari Badan Kesbangpol Kabupaten Pringsewu. 


Selanjutnya, Haris menyampaikan agenda Orari Pringsewu pada bula ini. Yaitu, kegiatan tahunan JOTA (Jambore On The Air) dan JOTI (Jambore On The Internet). 


JOTA yang merupakan wadah bertemunya anggota Pramuka melalui komunikasi radio dua arah. Sesuai jadwal internasional berlangsung pada 16-18 Oktober 2020.


"Orari Pringsewu berkolaborasi dengan Pramuka Kwarcab Pringsewu selama bertahun-tahun aktif mengikuti kegiatan tersebut. Tahun ini juga kembali berpartisipasi," paparnya 


Karena itu, kata Haris, pengurus secepatnya mengajukan permohonan kepada pusat guna mendapatkan alokasi tanda panggilan (callsign) khusus untuk Pramuka Kwarcab Pringsewu. 


Pada bagian lain, Haris menyampaikan sekilas keberadaan Orari Pringsewu yang membawahi Kabupaten Pringsewu, Pesawaran dan Tanggamus.


Menurut dia, Orari Pringsewu akan menggelar musyawarah lokasl untuk memilih ketua setelah ketua sebelumnya, Heri Iswahyudi mengundurkan diri.


Sementara Fauzi mememinta pengurus Orari berperan aktif dalam pembangunan. Sepati pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, usaha kecil an menengah, sosial, dan kemanusiaan.


Dia mengapresiasi peran yang dilakukan Orari selama ini yang banyak membantu kegiatan dan program pemerintah daerah. "Jadi jangan hanya menjadi organisasi papan nama, tetapi harus melakukan kegiatan nyata," katanya. (tyo/rls/inilampung.com)

LIPSUS