PTPN VII akan Gunakan Drone untuk Pantau Batas Areal
Cari Berita

Breaking News

banner atas

PTPN VII akan Gunakan Drone untuk Pantau Batas Areal

INILAMPUNG
Rabu, 21 Oktober 2020

 Pelatihan mengoperasikan pesawat tanpa awak atau drone. Foto. Ist.


INILAMPUNG.COM, Bandarlampung--Dalam waktu dekat, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII akan menggunakan teknologi pesawat tanpa awak (drone) dalam beberapa keperluan penunjang kinerja. 


Teknologi itu antara lain untuk melakukan pemetaan dan pemantauan batas areal, sensus batang, foto spot, dan keperluan dokumentasi. Untuk itu, PTPN VII menyiapkan pilot drone dengan memberi pelatihan selama tiga hari mulai Rabu (21-10-2020).


Pelatihan menghadirkan instruktur dari Komunitas Drone Lampung diikuti lima peserta dari berbagai bagian. Dibuka oleh Kepala Bagian SDM dan Umum PTPN VII Hidayat.


Materi awal berupa pengenalan dan teori dasar pesawat nirawak diadakan di GSG Kompleks Kantor Direksi, Bandarlampung. Sedangkan materi praktek selama dua hari akan digelar di Kebun Karet PTPN VII Unit Wayberulu, Pesawaran dan Kebun Kelapa Sawit Unit Rejosari, Lampung Selatan.


Dalam pengarahannya, Hidayat yang baru dua bulan menjabat kabag itu mengatakan, era sains dan teknologi digital bukan dominasi bidang industri tertentu. Bidang agro industri seperti yang menjadi core business PTPN VII juga terus menemukan format pemanfaatannya.


Ia menyebutkan, teknologi pemotretan dari udara menggunakan pesawat ringan tanpa awak akan menjadi jawaban untuk kecepatan dan akurasi sensus kebun. Fungsi pemetaan yang selama ini menggunakan citra satelit, kata dia, cukup baik, tetapi untuk lebih akurat, detail, dan lebih privat, penggunaan drone yang dioperasikan oleh tenaga internal akan lebih efektif efisien.


“Selama ini PTPN VII menggunakan dan memanfaatkan teknologi citra satelit untuk berbagai kebutuhan. Namun, ke depan, untuk kebutuhan pemetaan atau sensus jumlah batang pada tanaman kelapa sawit dan karet, kita butuh yang lebih detail. Nah, teknologi visual dari drone ini untuk menjawab kebutuhan itu,” kata dia.


Hidayat menyampaikan meminta peserta mengoptimalkan pelatihan ini sehingga mempunyai wawasan dan skill yang dapat memback up kebutuhan pemetaan areal di PTPN VII. Ia juga mewanti-wanti agar alat-alat yang disediakan bisa 


“Para peserta ini akan menjadi pionir yang diharapkan dapat mengembangkan lagi penggunaan drone dalam kebutuhan pemetaan digital di wilayah PTPN VII. Kita punya ribuan hektare lahan dan tersebar di tiga provinsi. Nantinya, para peserta diharapkan bisa sharing knowledge kepada karyawan lainnya,” kata dia.


Hidayat juga menyampaikan terima kasih kepada Komunitas Drone Lampung yang bersedia bekerjasama melatih pilot drone di PTPN VII. Hubungan kerja sama dan komunikasi dengan PTPN VII, kata dia, akan terus berlangsung seiring dengan perkembangan teknologi digital yang sangat cepat.


Ketua Komunitas Drone Lampung Wiyoga Antama dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan melatih para pilot drone dari PTPN VII. Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dari PTPN VII dapat menguasai teori, regulasi, maupun teknis dalam pengoperasian drone dengan baik. Demikian juga dengan implementasi dan pengembangan di lapangan.


Sementara itu, penanggung jawab kegiatan, Sasmika Dwi Suryanto, Kepala Sub Bagian TI dan Pengolahan Data PTPN VII menjelaskan, lima peserta yang dilatih merupakan tenaga dari bagian terkait. Yakni, Bagian Tanaman, Bagian PKU (Tim IT) di Kantor Direksi serta IT Support dari Wilayah Sumatera Selatan dan Bengkulu.  


“Kita fokus delegasikan kepada lima personel ini sebagai pioner dalam pemetaan digital dengan menggunakan drone. Mereka kemudian akan menjadi mentor menularkan keahliannya kepada rekan-rekannya,” kata dia.


“Untuk uji coba kami pilih Unit Way Berulu dan Rejosari-Pematang Kiwah karena kedua Unit lokasinya relatif dekat. Secara komoditas, dua unit ini juga mewakili karena ada kebun sawit dan kebun karet,” tambah dia. (mfn/rls/inilampung.com).


LIPSUS