-->
Cari Berita

adsense google

Breaking News

Warga Pandansari Minta Pemerintah Bangun Jalan Antarpekon

INILAMPUNG
Selasa, 19 Januari 2021

Wakil Bupati Pringsewu Fauzi meninjau irigasi dan gorong-gorong di Pekon Pandansari merupakan peninggalan Belanda. (Ist/inilampung)

INILAMPUNG, Sukoharjo - Masyarakat Pekon Pandansari, Kecamatan Sukoharjo meminta Pemerintah Kabupaten Pringsewu membangun jalan sepanjang 1,5 km yang menghubungkan pekon mereka menuju Pekon Purwodadi Kecamatan Adiluwih.


Permintaan tersebut disampaikan Kepala Pekon Pandansari Eko Paryoto kepada Wakil Bupati Pringsewu Fauzi saat kunjungan dan berdialog dengan perangkat Pekon Pandansari di balai pekon setempat, beberapa waktu lalu.

Menurut Eko Paryoto, jalan poros yang diminta tersebut merupakan salah satu urat nadi penghubung kedua pekon dan kecamatan. Hal itu guna memperlancar mobilitas warga.

"Kami bersama masyarakat melakukan gotong-royong dengan menimbun badan jalan yang kondisinya becek di beberapa titik dengan menggunakan sabes," jelasnya.

Oleh karena itu, mewakili warga, Kapekon Pandansari berharap agar Pemkab Pringsewu dapat mengaspal ruas jalan tersebut sehingga arus transportasi kedua kecamatan menjadi lancar.


Merespon permintaan warga, Wabup Fauzi didampingi Kadis PUPR Imam Santiko dan Kadis PMP Eko Sumarmi, mengatakan Pemkab Pringsewu akan menindak lanjutinya dengan terlebih dahulu melakukan kajian, serta  memerintahkan Dinas PUPR untuk menindaklanjuti usulan masyarakat Pandansari.

Kadis PUPR Pringsewu mengatakan akan melakukan survei terlebih dahulu pada ruas jalan tersebut, sehingga kemungkinan keinginan masyarakat ini dapat dilaksanakan pada tahun 2022 mendatang.

Sebagai bentuk respon langsung atas keinginan masyarakat, Wakil Bupati Pringsewu bersama Kadis PUPR dan Kadis PMP beserta kabag protokol juga camat dan kepala pekon serta kepala dusun setempat meninjau langsung jalan tersebut. 

Selain melihat kondisi jalan penghubung Pekon Pandansari dan Purwodadi, Wabup Pringsewu juga meninjau saluran irigasi serta sebuah gorong-gorong yang menurut pamong setempat dibangun pada masa penjajahan Belanda, dan hingga kini kondisinya masih kokoh dan masih berfungsi dengan baik. (tyo/inilampung.com)

LIPSUS