-->
Cari Berita

adsense google

Breaking News

Banyak Infrastruktur Tertunda, Dana Dialihkan untuk Tangani Covid-19

INILAMPUNG
Jumat, 19 Februari 2021

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mukhlis Basrid dan Camat Sekincau, Lampung Barat, Sri Handayani.  


INILAMPUNG, Sekincau--Pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Lampung Barat (Lambar)pada 2020 banyak yang ditunda akibat pandemi Covid-19.


"Penundaan itu dilakukan karena anggarannya dialihkan atau direlokasi untuk menangani pandemi virus Corona atau Covid-19," kata anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mukhlis Basri saat reses di GSG Pekon Waspada Kecamatan Sekincau Lambar, Jumat (19-2-2021) 


Menurut Mukhlis, pekerjaan seperti pembangunan jalan, irigasi dan jaringan air bersih, anggarannya bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). Pemerintah pusat mengalihkan dana itu untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Sehingga banyak pembangunan yang tidak bisa dilaksanakan sesuai rencana.


" Saya maklum bila masyarakat banyak yang bertanya, kapan jalan pekon seperti di Wasapada ini diperbaiki. Jadi ya, harus sama-sama memaklumi kalau terjadi penundaan pekerjaan infrastruktur,” jelasnya.


Khusus perbaikan jalan di Pekon Waspada, Mukhlis mengaku mendapat informasi dari Bupati Lambar. Perbaikan jalan tersebut telah dianggarkan tahun ini dan dan dalam proses lelang. 


Untuk itu, ia berharap di dalam kondisi tidak normal seperti saat ini, masyarakat bersabar dan tetap mendukung kinerja Bupati Parosil Mabsus dan jajarannya


"Dalam kondisi tidak normal ini, bupati dan wakilnya masih bisa melaksanakan program-program sesuai janjinya saat pilkada dulu. Seperti baju seragam sekolah gratis, bea siswa bagi mahasiswa kedokteran, ambulans hebat serta pembangunan puskesmas rawat inap di seluruh kecamatan," jelas Mukhlis


Sementara Camat Sekincau Sri Handayani menyampaikan syukur dan bangga karena masyarakat Sekincau dapat bertatap muka kembali dengan mantan Bupati Lambar yang dicintai rakyatnya itu.


"Alhamdulilah, kami akhirnya bisa bertemu kembali dengan Bapak Mukhlis Basri. Jika saja tidak ada pembatasan undangan karena prokes Covid-19,  gedung ini akan penuh karena masyarakat ingin bertemu dengan beliau," terang Sri Handayani. (mfn/rls/inilampung.com)


LIPSUS