-->
Cari Berita

adsense google

Breaking News

Payungi Metro Gelar Tobong Art Space

INILAMPUNG
Minggu, 28 Februari 2021

Pameran Lukisan Tobong Art Space di Kota Metro (ist/inilampung)

INILAMPUNG.COM, Metro - Payungi Metro yang digawangi Dhamawan Setiawan menggelar Tobong Art Space, dimulai hari ini, Minggu 28 Februari 2021.

Menurut Dharma Setiawan, sudah 3 tahun gerakan Yosomulyo Pelangi dan Payungi bergulir, banyak perubahan terjadi di tempat ini. 

"Kota ini memang butuh banyak ruang bukan hanya semata mendapatkan uang. Payungi sejak berdiri menegaskan sikap warga hidup mandiri. Gotong Royong, Ruang Kreatif dan Media Digital menemukan titik temunya," katanya. 

Dikatakanya, kali ini Payungi berkolaborasi dengan para seniman. Ada dewan kesenian metro, Gallery Fine Art Metro,  Impas IAIN Metro, Mentari UM Metro, Komunitas Sketsa Lampung, dan para seniman senior dan junior berkumpul bergotong royong membuat ruang Tobong Art Space. 
Suasana Pengunjung Pameran Lukisan Tobong Art Space di Kota Metro (Ist/inilampung)

"Tobong bata yang kami ubah menjadi ruang memajang lukisan. Satu bulan penuh pameran ini menunjukkan kreativitas terus bertumbuh. Makna tobong adalam kamus besar bahasa Indonesia atau KBBI adalah: tempat (pertunjukkan) yang sifatnya darurat, biasanya dibuat dari bambu. Kebetulan memang bambu menjadi ciri khas Payungi sejak awal, dan Tobong bata adalah sejarah masyarakat di kawasan 21 atau selikur."

Kini selain Pasar, masih kata dia, Ruang Seni, kami juga mendirikan Payungi University sekolah tanpa gelar, tanpa ijazah tanpa gedung mewah. Di dalamnya ada pendidikan berbasis pemberdayaan masyarakat. Ada sekolah desa, sekolah media, pesantren wirausaha, kampung bahasa Payungi, pusat studi perempuan dan lingkungan hidup dan hari ini kami launching Tobong Art Space dan Kampung Kopi Payungi. 

Kami terus bergerak memberi nyala dan mempercantik salah satu ruang kota. Ekonomi kreatif harus terus tumbuh dan berdampak luas bagi banyak warga. Imajinasi kota kreatif adalah narasi gotong royong dan berani berkorban. Karena hidup yang terbaik adalah hidup yang bermanfaat untuk orang banyak. Begitulah Rosul Muhammad mangajarkan kepada semua manusia. Salam Payungi, Salam Kolaborasi. (isb/zal/inilampung)

LIPSUS