-->
Cari Berita

adsense google

Breaking News

Pemuda: Membangun Desa, Membangun Lampung

INILAMPUNG
Jumat, 02 April 2021

Lomba Menulis Essay DPD IMM Lampung (Ist/inilampung)

KETIKA mendiskusikan terkait pembangunan sebuah provinsi, adalah hal yang sangat menarik apabila dimulai dari pembangunan sebuah desa, hal ini karena desa merupakan harapan bangsa, meski secara umum, paradigma yang timbul hari ini adalah anggapan bahwa desa merupakan tempat dimana masyarakatnya banyak yang tertinggal. 

Akan tetapi, desa memiliki keistimewaan tersendiri, tersebab banyaknya potensi ekonomi yang bisa dilahirkan di sebuah pedesaan yaitu pertanian, perikanan, peternakan, bahkan hingga dunia pariwisata sampai pada keterampilan warganya.

Pada awalnya, kebanyakan pemuda tenggelam dalam situasi yang tidak mampu menyadari keberadaan dirinya. Mereka juga tenggelam dalam iklim penindasan yang masif dan kurangnya partisipasi aktif dalam tiap-tiap masalah yang muncul di tengah masyarakat desa. 

Banyak pemuda yang pergi ke kota, baik untuk mencari cuan atau untuk mengenyam pendidikan, setelah itu mereka tidak kembali lagi, begitulah pola yang sering terjadi. Padahal, desa memiliki potensi yang besar untuk memulai pembangunan yang berjaya, sudah seharusnya gerakan pemberdayaan desa dilakukan dan hal ini perlu disadari dan dimotori oleh pemuda. 

Membangun desa adalah langkah kecil sebagai upaya pembangunan Lampung yang berjaya, cara yang bisa dilakukan adalah dengan membangun kualitas manusia yang ada di desa serta memaksimalkan potensi mereka. 

Melalui pemuda yang memiliki kemampuan besar terhadap pengetahuan teknologi, mereka bisa berkontribusi dalam membangun desa melalui pendampingan kepada masyarakat. 

Potensi di desa berupa aspek perikanan, peternakan, dan pertanian bisa dimunculkan inovasi-inovasi sesuai perkembangan zaman untuk mengoptimalkan produktivitas hasilnya agar lebih meningkat jika dibandingkan dengan produksi yang biasanya dilakukan dengan cara yang kuno. 

Untuk itu penting bagi seorang pemuda kembali ke desa, hal ini untuk memaksimalka potensi desa dalam aspek pariwisata sampai pada pendampingan warga dalam memasifkan gerakan yang berorientasi pada keterampilan yang dimiliki oleh warganya. Dalam menggerakkan dan membangun desa, ada gerakan 3P yang bisa dilakukan oleh setiap desa. 

Pertama, pengetahuan. Aspek ini bisa seharusnya dimaksimalkan dengan potensi anak-anak desa millenial yang memiliki pengetahuan lebih cerdas jika dibandingkan dengan penduduk yang usianya lansia, peran pemuda disini adalah meningkatkan kualitas pengetahuannya untuk kemudian menjadi bekal dalam memberdayakan desa.

Kedua adalah potensi. Perlu diamati dan dibaca kondisi serta situasi desa untuk kemudian mendapatkan kesimpulan terkait potensi apa yang cocok dikembangkan. Sebagaimana di Kota Metro terdapat desa yang bergerak sebagai pasar kuliner yang saat ini pendapatan ekonominya mulai meningkat, berangkat dari ide pasar kuliner, payungi nama pasar tersbut saat ini mulai merambah ke dunia pariwisata desa, ada banyak potensi yang ada di desa tersebut yang mana pergerakannya dibantu oleh media dan digencarkan dengan media. Di era yang serba digital ini, ternyata selain menjadi tantangan juga bisa menjadi peluang dalam membangun desa. 

Ketiga yaitu penggerak, di desa sudah ada pengetahuan dan potensi, selanjutnya adalah kekonsistenan penggeraknya dalam membangun desa, karena tentu keduanya tadi akan sia-sia manakala penggeraknya tidak maksimal dalam menjalaninya. 

Maka, formula 3P tersebut harus dioptimalkan dalam pembangunan desa, jika Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memiliki trilogi ikatan, maka konsep dalam membangun desa juga memiliki trilogi pembangunan desa. Jika setiap desa memaksimalkan hal ini, maka ini menjadi salah satu langkah dan cara dalam ikut serta membangun Lampung yang berjaya, karena untuk mencapai sebuah kejayaan, kita perlu langkah kecil yang konsisten dalam melakukan.(*)

Renci 
Kader IMM Kota Metro,
Pemenang Lomba Essay Milad DPD IMM Lampung,
Mahasiswi Universitas Muhammadiyah kota Metro

LIPSUS