-->
Cari Berita

adsense google

Breaking News

Kenangan Kecil dengan Ivan Bonang

INILAMPUNG
Jumat, 16 Juli 2021


Oleh 
Isbedy Stiawan ZS

Inna lillahi wainna ilaihi roojiun.

Selamat jalan Ivan Bonang -- sewaktu mahasiswa dan terlibat pelaku sastra dan tari ia gunakan nama Ivan Sumantri Bonang. 

Puisi-puisinya masa itu sangat kuat, selain dalam catatan saya adalah Budi Lpg dan Rifian Al Chepy II , tentu tak lupa Ahmad Yulden Erwin serta Iswadi Pratama. 

Ia "menghilang" dari dunia kepenyairan, tapi dongeng ditekuninya habis-habisan bersama sang istri, Iin Zakaria atawa Iin Muthmainah. 

Saat Komite Anti Korupsi (KoAK) yang dinakhodai AYE, Ivan ada di dalamnya. Masa-masa itu saya kerap jumpa dengannya di sekretariat KoAK beralamat di Pahoman (dekat hutan monyet). Saya dipercaya AYE memegang media SAPU LIDI. Saya banyak berinteraksi dengan Ivan, terutama kalau saya lagi butuh uang dan ia jadi "jembatan" ke AYE dan bendahara. 

Ia orang baik, suka membantu kawan-kawan yang memerlukan bantuannya. Ia tak banyak cakap, tapi kerap memberi masukan atau saran kepada kawan jika diminta. 

Karena itu, ia bisa berada di mana pun. Selain berkesenian, Ivan kerap mengantar putranya yang menggemari/profesi pesepakbola remaja. Tapi ia lebih banyak duet dengan istrinya mendongeng. Bahkan hingga ke Papua!
Terakhir saya jumpa Ivan pada saat milad saya ke 63 di Pondok Santap Taman Untung, 5 Juni 2021. Ia datang bersama Iin dan putranya yang pesepakbola sebelum pukul 18.00. Ia memesan kopi, aku juga. Kami ngobrol ke mana-mana; tapi tak jauh dari kesenian dan lembaga seni. Kami kerap tertawa dan saling canda.

Entah kenapa, kala 5 Juni 2021, ia bahkan meledekku saat Wawan Sumarwan sebagai jurnailis utk youtube bertanya; apa saja acara malam nanti? Saya jawab: ada sambutan dll.

Ivan nyeletuk: "Itu mah susunan acara bang!" 

Haha.  Ya, baru ngeh aku. Harusnya kujawab: baca puisi, testimoni, dll. "Maklum tua," kataku pada Ivan.

Dia balas, "Bukan tua abang, mungkin abang lg tak konsentrasi dan lelah."

Lalu tertawa. 

Pagi tadi (Jumat, 16 Juli 2021), aku mendengar kabar di berbagai grup WA di Lampung, bahwa Ivam Sumantri Bonang telah meninggal dunia.

Aku tertunduk. Lemas sekali. Orang-orang baik dan sangat kukenal telah pergi lebih dulu (karena C19).

Semoga amal ibadahmu diterima Allah. Keluarga yang ditinggal tetap tabah, ikhlas, dan kuat.

Ini foto bersama usai miladku. Sepertinya Ivan turut berfoto. 

Selamat jalan Ivan. Maafkan aku tak bisa melayat dan mengantarmu ke pembaringan akhir.

*) dari laman FB

LIPSUS