-->
Cari Berita

adsense google

Breaking News

Dugaan Korupsi di KONI, Reihana Mangkir dari Panggilan Kejati

INILAMPUNG
Kamis, 02 Desember 2021


Kadis Kesehatan Lampung, dr. Reihana
 

INILAMPUNG.COM- Ketua Umum Persatuan Senam Indonesia (Persani) Provinsi Lampung, dr.Reihana,M.Kes mangkir dari panggilan Kejaksaan Tinggi Lampung. 


Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Lampung itu, tidak hadir memenuhi panggilan tim penyidik Pidsus Kejati Lampung, Rabu, 1 Desember 2021.


Bunda, sapaan akrab Reihana yang seharusnya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penyelewengan dana hibah KONI Lampung kali ini, tak terlihat datang di Kejaksaan Tinggi Lampung.


Ia diinformasikan tak dapat memenuhi panggilan penyidik lantaran berhalangan, karena tengah mempersiapkan acara peringatan seribu hari kematian almarhum suami, atau Haul.



Diketahui pada jadwal pemeriksaan, Rabu 1 Desember 2021 kali ini, selain melakukan pemeriksaan terhadap Reihana, tim penyidik Pidsus Kejati Lampung dikabarkan juga turut memeriksa beberapa saksi lainnya, yang berkaitan dengan Cabang Olahraga Senam, Muay Thai, dan Menembak.


Diberitakan sebelumnya, dugaan adanya korupsi pada dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung tahun anggaran 2020, terus didalami Kejati. Jajaran pengurus organisasi yang menaungi seluruh cabang olahraga itu, terlihat kompak saling menutup-nutupi indikasi adanya penyelewengan anggaran.


Meski beberapa diantaranya mengakui, bidang yang digarap tidak kebagian dana tapi diminta tetap membuat laporan kegiatan. Akan tetapi, tidak ada yang berani memberikan komentar dan banyak yang memilih bungkam.


 Bahkan, tim penyidik bidang Pidsus Kejati Lampung, sudah melakukan pemeriksaan terhadap Frans Nurseto, Rabu, 17 November 2021 lalu. Alumnus s2 di UI tahun 2003 itu, menceritakan, diperiksa selama lebih tujuh jam, dari pukul 10.00 sampai 17.30 WIB.


"Santai aja pemeriksaannya, diperiksanya sebentar tapi akhirnya, jadi ngobrolin semua," ujar dosen Penjaskes Unila itu.


Kasus KONI Lampung ini bergulir karena kuat dugaan adanya penyelewengan Dana Hibah KONI tahun anggaran 2020 dengan total sebesar Rp.60 miliar, dianggarkan sebagai persiapan para Atlet di Provinsi Lampung untuk mengikuti dan menghadiri perhelatan Pekan Olahraga Nasional ke XX Papua pada Oktober 2021. (tim/inilampung)

LIPSUS