-->
Cari Berita

adsense google

Breaking News

Konsep dan Fungsi Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka

INILAMPUNG
Kamis, 13 Januari 2022

Oleh, Hasbullah 
 
Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) sudah pasti akan menimbulkan berbagai macam dampak positif maupun negatif. Namun program ini harus tetap diberi apresiasi, karena adanya terobosan untuk melahirkan kualitas pendidikan di Indonesia. 

Salah satu dari program MBKM tersebut adalah pertukar mahasiswa. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetensi lulusan. Baik secara soft skills maupun hard skills. 

Harapnya mahasiswa siap dihadapkan dalam berbagai persoalan zaman. Baik itu persolan pendidikan, kebangsaan dan kemanusiaan. Selain itu program pertukaran ini juga diharapkan dapat melahirkan pemimpin bangsa yang memiliki kepribadian dan keunggulan secara intelektual. 

Jika merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudyaan No. 3 tahun 2020, bahwa pertukaran mahasiswa ini dilakukan dalam rangka melahirkan mahasiswa yang menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama dan kepercayaan. Serta mendapat temuan orisinil orang lain, mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. 

Hal ini tentu membutuhkan proses yang luas dan mendalam. Oleh karenanya pertukuran mahasiswa ini bukan hanya berpindah belajar di kampus, melainkan juga memahami kebudayaan dan kehidupan sosial masyarakat setempat. 

Dari program ini, tentunya mahasiswa akan diuji dengan segala bentuk perbedaan itu. Perbedaan bukan saja agama, suku, warna kulit, bahasa, kebiasaan bahkan budaya, cara pandang bahkan cara tutur kata. Hal ini menuntut semua mahasiswa untuk lapang dada dan luas pandangan untuk menerima perbedaan tersebut. 

Bukan saja menjadi sebuah kenyataan kehidupan, melainkan menjadi pendidikan tersendiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari sini, mahasiswa akan terbentuk karakter toleransi dan karakter tanggung jawab atas semua perbedaan. 

Terlihat bahwa program MBKM itu penting jika semua dilakukan dan dilaksanakan diluar kepentingan sesaat. Program ini merupakan kepentingan bersama dalam rangka membangun peradaban, kemajuan dan keunggulan bangsa melalui dunia pendidikan. Menyiapkan dan memastikan akan terlahir generasi bangsa yang kaya akan pengalaman keanekaragaman dan toleransi kehidupan, sebagai modal kesiapan dalam memimpin bangsa dan negara. 

Sebenarnya, melalui lembaga pendidikan akan dengan mudah menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan kebijakan negera terhadap rakyatnya, bahkan kebijakan agama terhadap umatnya. Maka dunia pendidikan bukan menjadi alat kepentingan sesaat (politik praktis), melainkan menjadi alat untuk kepentingan bangsa dalam rangka  mencerdaskan kehidupan bangsa, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Melihat banyaknya kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa yang ikut dalam program MBKM mulai dari kebhinekaan, refleksi, inspirasi dan kontribusi sosial. Hal ini mengisyaratkan agar mahasiswa menjadi manusia yang utuh. Manusia sebagai makhluk holistic dan manusia sebagai suatu sistem. Manusia sebagai mahkluk holistik ini menggambarkan bahwa manusia merupakan makhluk yang utuh dan sempurna. 

Sedangkan manusia sebagai suatu sistem bahwa manusia merupakan satu kesatuan yang harus saling terhubung, melahirkan saling mempengaruhi dalam rangka mewujudkan tujuan penciptaan manusia yang telah di tetapkan.

Secara holistik, bahwa sebenarnya manusia itu tersusun dari unsur biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Tentunya manusia butuh tumbuh dan berkembang mulai dari lahir hingga manusia itu meninggal, dan tentunya dalam proses tersebut  membutuhkan orang lain. 

Selian itu manusia juga butuh mendidik kepribadian dimana secara kejiwaan manusia harus memiliki ruang dan waktu untuk membentuknya. Sehingga manusia itu dengan sendirinya akan mampu memaksimalkan kemampuan berfikir untuk mencapai derajat kecerdasan. 

Di sisi lain manusia juga butuh bekerjasama dengan orang lain hal ini dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan diri sendiri, memenuhi kebutuhan sosial dan juga dalam rangka memahami norma-norma, adat istiadat serta kebudayaan masyarakat. Maka Kampus Merdeka-Merdeka Belajar ini akan dengan sendirinya sangat membantu dan mengembangkan potensi secara menyeluruh seorang mahasiswa. Hal ini terangkum dalam modul nusantara.  

Secar sistem, manusia merupakan unsur yang terdiri dari berbagai sistem. Saling terhubung dan terintegrasi sehingga menjadi satu kesatuan sistem manusia. Manusia tentunya merupakan makhluk yang akan senantiasa berubah-rubah, hal ini tentunya karena adanya perubahan dalam lingkungan  serta sistem adaptasi. 

Lingkungan dalam padangan psikologi menjadikan unsur besar yang akan mempengaruhi perubahan prilaku setiap manusia. Secara sistem manusia tentunya harus mendesain lingkungan yang baik sehingga dirinya dengan otomatis akan menjadi baik. Selain itu sistem juga akan terpengaruhi dengan cara beradaptasi baik itu secara personal, interpersonal dan sosial.  

Sejatinya secara sistem manusia harus mampu merubah diri sebagai individu, perubahan itu merupan respon kemanusiaan. Pentinganya konsep diri, mampu membangun persepsi, berinteraksi, serta mampu menjaga kempuan sosial menjadi kunci penting manusia. Karena lain sisi manusia memiliki kekuatan dan kewenangan diri sendiri dalam memenuhi kebutuhan kehidupan. 

Oleh karenanya, kampus yang berkesempatan menerima atau ditempati mahasiswa MBKM, harus menyiapkan  mimbar akdemik dan ruang-ruang dialogis sebagai saluran potensi mahsiswa. 

Sebaliknya, bagi mahasiswa yang mengikuti program MBKM, harus memanfaatkan program ini sebagai wadah memaksimalkan kemampuan diri dalam rangka melahirkan karya nyata. Bukan saja dalam ranah akademik melainkan dalam ranah kehidupan berbangsa dan bernegara.(*)


Hasbullah 
-Dosen Universitas Muhammadiyah Pringsewu
-Mahasiswa Program Doktor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu 

LIPSUS