INILAMPUNGCOM --- Tragedi macetnya lift di lantai 8 Gedung Pelayanan Satu Atap Pemkot Bandarlampung, Selasa (7/10/2025) siang, banyak pegawai yang berkantor di gedung itu mengaku khawatir.
“Jujur, dengan kejadian tadi (lift macet), kami yang ngantor di gedung ini jadi takut. Kami khawatir sama keamanan dan keselamatan kalau pas ada kejadian kayak tadi,” kata seorang ASN wanita yang ditemui hanya beberapa saat setelah tragedi lift macet yang membuat dua pegawai Pemkot Balam sempat terjebak selama kurang lebih 30 menit.
Pegawai lain menyatakan hal serupa. Bahkan ia mengaku bila di Gedung Pelayanan Satu Atap Pemkot Balam yang berlokasi di Jln. Dr. Susilo Telukbetung itu, sampai saat ini tidak tersedia alat pemadam kebakaran yang memadai.
“Amit-amit ya, kalau sampai terjadi kebakaran di gedung ini, secara lahiriyah bisa diprediksi bakal banyak jatuh korban.
Karena alat pemadam atau tabung pemadam sangat terbatas. Bahkan tidak ada jalur evakuasi khusus kalau terjadi kebakaran, juga jalur untuk aparat pemadam bisa kerja cepat,” urai pegawai pria yang mengaku sudah lebih dari 15 tahun bekerja di Pemkot Balam.
Dia berharap, Walikota Eva Dwiana segera memerintahkan perangkat daerah terkait guna melakukan kajian mendalam mengenai keamanan pegawai yang bekerja di Gedung Pelayanan Satu Atap.
Alasan Listrik Padam
Diketahui, sekira pukul 14.20 Wib suasana di Gedung Pelayanan Satu Atap Pemkot Bandarlampung diliputi suasana panik. Menyusul terjebaknya dua pegawai di dalam lisft lantai 8.
Operator dan petugas kebersihan (OB) dengan sigap turun tangan. Evakuasi dilakukan secara manual, dengan menggunakan kursi untuk memanjat dan ditarik dari luar oleh operator.
Proses evakuasi terhadap dua pegawai yang berlangsung sekitar 30 menit itu, cukup dramatis dan menjadi tontonan.
Salah satu OB, Rizki, menuturkan, proses evakuasi memakan waktu lama karena kondisi listrik mati total.
“Kayaknya sekitar setengah jam mereka terjebak di dalam lift. Tadi itu liftnya langsung mati karena listrik padam,” kata Rizki sebagaimana dikutip dari rmollampung.id.
Alasan listrik padam sebagai biang terjebaknya dua pegawai di lift lantai 8 Gedung Pelayanan Satu Atap juga disampaikan Kepala Bagian Umum Pemkot Balam, Eka Yunata.
Menurut Eka, insiden terjadi karena tidak adanya genset yang terhubung langsung ke sistem lift. Lift hanya mengandalkan daya dari baterai cadangan yang ternyata habis akibat listrik yang padam secara berulang.
“Gensetnya memang nggak ada untuk lift, tapi ada baterainya. Karena tadi listrik sempet hidup mati, baterainya kehabisan daya. Jadi harus diisi ulang dulu biar bisa berfungsi,” ucap Eka Yunata. (kgm-1/inilampung)

