![]() |
| Jamaah Solat Jum'at di KMP Legundi yang berada di dek, Jum'at (31/10/2025). (ist/inilampung) |
INILAMPUNGCOM - Suasana di KMP Legundi dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak pada hari Jum'at (31/10/2025) sekira pukul 11.20 Wib, terasa beda. Bacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an mulai menggema. Khususnya di Deck 5.
Itulah penanda akan dilaksanakannya Solat Jum'at Berjamaah. Puluhan penumpang pria bergegas meninggalkan tempat duduknya. Menuju musholla.
Sementara, anak buah kapal mulai menggelar karpet. Di jalan bagian kanan dan kiri tempat solat.
Seperti lazimnya Solat Jum'at, prosesi pun dimulai ketika waktu menunjukkan pukul 11.50 Wib. Usai adzan, khotib naik ke atas mimbar. Sekitar 40 jamaah memadati ruang di dalam musholla. Puluhan lainnya mengambil tempat di deck, kanan dan kiri tempat solat.
Dalam khutbahnya, selain mengajak jamaah meningkatan ketaqwaan kepada Allah SWT, Khotib juga mengingatkan akan kenisbian -keterbatasan- kita sebagai makhluk.
"Tetap menyadari kenisbian adalah hal yang mesti selalu kita sadari. Karena itulah hakekat kemakhlukan kita sekaligus terus mengakui akan kekuasaan Allah SWT yang tiada batasnya," kata Khotib yang merupakan kru KMP Legundi.
Diingatkan, kita tiada mampu mengarungi samudera yang demikian luas dan dalam, tanpa kehendak atau ridho Allah SWT. Karenanya, jangan pernah sombong apalagi merasa berkuasa atas sesuatu.
"Semua yang ada pada diri kita hanyalah titipan Allah. Kapan saja Allah berhak dan berkuasa mengambil titipan-Nya. Mari kita terus bersyukur, istighfar, dan menyadari akan kenisbian selaku makhluk-Nya," lanjut Khotib.
"Peringatan" sang khotib begitu terasa dalam jiwa, karena seputaran lokasi tempat Solat Jum'at Berjamaah adalah laut lepas Selat Sunda. Dimana manusia "begitu kecil" dibandingkan makhluk Allah yang bernama lautan. (kgm-1/inilampung)


