INILAMPUNGCOM --- Anggota DPR RI Aprozi Alam meminta perdebatan seputar Soeharto, layak atau tidak sebagai Pahlawan Nasional perlu diakhiri.
"Soal itu (gelar pahlawan Soeharto) sudah selesai. Mari kita akhiri perdebatan pro dan kontra apakah layak atau tidak," kata Aprozi Alam diacara tasyakuran dan doa bersama atas gelar H.M Soeharto di kantor DPD II Golkar Lampung Utara, Kamis (13/11/2025) malam.
Negara telah mengakuinya secara sah melalui Keputusan Presiden No 116 Tahun 2025. Pemberian gelar pahlawan nasional 10 tokoh, termasuk H.M Soeharto disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto, di istana negara, 12 November 2025 lalu.
Aprozi Alam yang juga Plt. Ketua Golkar Lampung Utara itu mengatakan pemberian gelar Pahlawan hendaknya menjadi refleksi kehidupan berbangsa yang sehat, bukan sumber perpecahan.
Sebagai bangsa besar, setiap kader Golkar harus mampu menempatkan sejarahnya secara utuh, menghargai jasa, sekaligus mengakui sisi kelamnya, untuk memastikan masa depan yang lebih matang secara moral dan demokratis.
Pemberian gelar pahlawan adalah bagian dari rekonsiliasi kebangsaan. “Namun rekonsiliasi sejati hanya bisa lahir dari kejujuran sejarah, bukan dari penghapusan jejak masa lalu."
Tugas kita, kata Aprozi Alam memastikan penghormatan ini menjadi jembatan bagi persatuan bangsa.
Gelar kepahlawanan seharusnya bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga membangun kesadaran baru tentang nilai-nilai perjuangan yang relevan bagi masa depan Indonesia.
Golkar Lampung Utara
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Lampung Utara gelar Tasyakuran atas peristiwa penting; HM. Soeharto dan Gelar pahlawan. Acaranya digelar di sekretariat DPD Partai Golkar setempat, Kamis (13/11).
Hadir pengurus Golkar, anggota DPRD, pimpinan Ormas, hingga Golkar Kecamatan,hingga Pimdes.
Tampilnya shalawat dan musik hadroh dari Pondok Pesantren Sirrul Huda Kota Bumi, menambah suasana tasyukuran malam itu jadi semakin religi. (bi/inilampung)

