-->
Cari Berita

Breaking News

Gubernur Mirza Bahagia: Tabligh Akbar Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat Kota Baru

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Minggu, 30 November 2025

Gubernur Mirza didampingi Sekdaprov Marindo menyempatkan diri menikmati makanan ringan di sebuah kedai di Kota Baru, Minggu (30/11/2025) pagi. (ist/inilampung)


INILAMPUNGCOM - Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyatakan, penyelenggaraan Ijtima Ulama Dunia dan Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025 di kawasan Kota Baru Lampung tidak hanya menjadi agenda keagamaan berskala internasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar.


Hal itu disampaikan Gubernur Mirza saat meninjau kegiatan berskala internasional tersebut di Kota Baru Lampung, Jati Agung, Lampung Selatan, Minggu (30/11/2025) pagi.


Tampak wajah Gubernur Mirza penuh rona bahagia melihat perkembangan ekonomi masyarakat setempat dengan adanya kegiatan yang diikuti 575 ribu jamaah -8500 jamaah berasal dari 99 negara- sejak hari Jum'at (28/11/2025) hingga Minggu (30/11/2025) siang itu.


Gubernur Mirza didampingi Sekdaprov Marindo Kurniawan menyempatkan diri untuk menyapa para pedagang yang ada di kawasan kegiatan keagamaan internasional tersebut. Bahkan menikmati makanan ringan di sebuah kedai bersama beberapa kolega.


Seperti diketahui, kegiatan Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025 yang diawali dengan salat Jum'at, dihadiri Menteri Agama RI Nasaruddin Umar sekaligus menyampaikan khotbah.


Hadir pula Menko Pangan, Zulkifli Hasan, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan.


Menurut Gubernur Mirza, sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan yang berlangsung 28–30 November 2025, perputaran ekonomi lokal meningkat signifikan. Ribuan jamaah dari berbagai provinsi di Indonesia dan mancanegara mendorong pertumbuhan transaksi di sektor UMKM, pedagang kaki lima (PKL), pasar rakyat, usaha transportasi, hingga jasa penyedia tenda dan logistik.


Gubernur menyatakan kegiatan ini bukan hanya ibadah dan silaturahmi, tetapi juga berkah ekonomi.


"Banyak masyarakat yang merasakan manfaat, terutama pedagang dan UMKM di wilayah Lampung Selatan," ucapnya.


Pantauan di lokasi menunjukkan, ratusan lapak kuliner, warung harian, penjual kebutuhan dasar, serta pedagang minuman dan makanan siap saji ramai oleh jamaah. Beberapa pedagang mengaku omset naik hingga beberapa kali lipat dibanding hari biasa.


Sejumlah video dan foto yang beredar di media sosial melalui akun jamaah menunjukkan aktivitas peserta Tabligh Akbar berbelanja di warung sekitar, membeli kebutuhan logistik, hingga berburu kuliner khas Lampung.


Bahkan banyak jamaah yang memenuhi rumah makan dan kafe-kafe yang ada di kawasan Korpri Sukarame. 


Hingga Minggu (30/11/2025) petang, belasan rumah makan dan kafe di kawasan Korpri Sukarame masih disesaki jamaah yang akan kembali ke daerahnya masing-masing.


Maka sangatlah wajar bila wajah Gubernur Mirza tampak begitu bahagia. Karena dampak ekonomi yang luar biasa memang terjadi selama penyelenggaraan kegiatan Tabligh Akbar tersebut.


Diasumsikan dari hal paling sederhana, jika masing-masing jamaah memenuhi kebutuhan makan dengan harga termurah Rp10.000, maka dalam satu hari akan membelanjakan uangnya sebanyak Rp30.000. Bila dikalikan 300 ribu jamaah, maka perputaran uang perhari mencapai Rp9 miliar. Dalam tiga hari penyelenggaraan kegiatan setidaknya ada perputaran uang sebanyak Rp27 miliar. Itu hanya dari sisi konsumsi.


Selain pedagang, penyedia jasa transportasi lokal seperti ojol, angkutan desa, dan penyewa kendaraan juga mendapatkan dampak positif. Sektor akomodasi di wilayah sekitar seperti Natar, Jati Agung, hingga Kota Bandarlampung, dilaporkan mengalami peningkatan okupansi.


Jasa transportasi baik darat, laut dan udara juga mengalami kenaikan jumlah penumpang yang signifikan dengan digelarnya Tabligh Akbar di Provinsi Lampung.


Gubernur Mirza menegaskan bahwa Pemprov Lampung akan terus mendorong penyelenggaraan kegiatan berskala besar sebagai bagian dari strategi meningkatkan perekonomian daerah berbasis event.


“Kita ingin Lampung menjadi tuan rumah yang baik untuk kegiatan nasional dan internasional. Setiap event besar harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Gubernur.


Secara khusus Gubernur Mirza mengapresiasi sinergi TNI–Polri, pemerintah daerah, relawan, dan panitia sehingga kegiatan berjalan kondusif dan tertib. Ia menekankan bahwa pelayanan publik dan kenyamanan jamaah menjadi prioritas utama.


Dengan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat, Pemprov Lampung berharap penyelenggaraan Ijtima’ Ulama Dunia menjadi momentum memperkuat citra Lampung sebagai daerah yang aman, ramah, dan siap menjadi destinasi kegiatan berskala besar. (zal/inilampung)

LIPSUS