![]() |
| Saifullah Yusuf |
INILAMPUNGCOM - Perlawanan kubu Yahya Cholil Staquf atas keputusan Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang memberhentikannya tidak main-main.
Melalui Rapat Harian Tanfidziyah PBNU hari Jum'at (28/11/2025) di Lantai 8 Gedung PBNU, Jln. Kramat Raya 164, Jakarta, keputusan berani diambil. Yaitu menggusur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dari posisi Sekjen PBNU.
Meski demikian, Menteri Sosial RI itu masih tetap diberi jabatan, yaitu Ketua PBNU. Sebagai Sekjen PBNU ditetapkan Amin Said Husni yang sebelumnya Wakil Ketua Umum PBNU.
Bukan hanya Gus Ipul yang digusur kubu Gus Yahya. Gudfan Arif yang selama ini menjabat bendahara umum juga dirotasi. Posisi barunya sebagai Ketua PBNU.
Sementara posisi bendahara umum kini ditempati Sumantri, yang sebelumnya bendahara. KH Masyhuri Malik yang sebelumnya Ketua PBNU dinaikkan menjadi Wakil Ketua umum.
Adanya rotasi di kepengurusan strategis PBNU hasil rapat tanfidziyah tersebut terungkap dalam surat PBNU Nomor: 4791/PB.03/A.I.01/08/11/2025 tanggal 28 November 2025 yang langsung ditandatangani Yahya Cholil Staquf selaku Ketua Umum PBNU dan Dr. H. Najib Azca sebagai Wakil Sekjen.
Pada surat bertajuk Penyampaian Hasil Rapat Harian Tanfidziyah PBNU yang ditujukan kepada PB Pleno, PW NU se-Indonesia, PC NU se-Indonesia, dan PC Istimewa tersebut diungkapkan adanya empat point yang menjadi keputusan.
Salah satunya -dan menjadi perbincangan- adalah digusurnya Gus Ipul dari jabatan Sekjen dan H. Gudfan Arif dari Bendahara Umum PBNU.
Seperti diketahui, sejak akhir pekan lalu kondisi PBNU "tercabik", menyusul keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU yang berlangsung Kamis (20/11/2025) sore di Hotel Aston City Jakarta.
Dalam keputusan yang beredar luas pada hari Jum'at (21/11/2025), Syuriyah meminta agar KH Yahya Staquf mundur dalam waktu tiga hari sejak keputusan diterima. Jika tidak, rapat menyatakan akan memberhentikan yang bersangkutan dari jabatan Ketua Umum PBNU.
Adanya keputusan ini dilawan oleh Gus Yahya. Sabtu (22/11/2025) malam ia mengumpulkan Ketua PWNU se-Indonesia di Hotel Mercure Surabaya, Jawa Timur.
Dan Jum'at (28/11/2025) hari ini, giliran kubu Gus Yahya menggusur Gus Ipul dari posisi Sekjen PBNU. (kgm-1/inilampung)


.jpeg)
