![]() |
| Malam Gempita 2025, puncak acara Reuni Akbar Ikatan Keluarga Alumni SMA 2 (IKA Smanda) ke-60 |
INILAMPUNGCOM - Tokoh pendidikan Lampung, almarhum HM Thabranie Daud mendapat penghargaan dari IKA Smanda Bandarlampung sebagai Pendiri dan Kepala Sekolah Perintis Pertama SMA 2 Bandarlampung.
Penghargaan tersebut diberikan pada Malam Gempita 2025, puncak acara Reuni Akbar Ikatan Keluarga Alumni SMA 2 (IKA Smanda) ke-60, yang digelar di Graha Wangsa, Bandarlampung, Sabtu (20/12/2025) malam.
Penghargaan kepada HM Thabranie Daud itu diterima oleh putra sulung almarhum, Prof. Dr. Sapta Nirwandar, SE, DESS, didampingi putri keduanya Hj. Hariyanti Syafrin, SH. Anugerah diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung sekaligus Ketua Pelaksana Acara, Dr. Marindo Kurniawan, ST, MM, didampingi Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Ny. Purnama Wulansari Mirza.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Sapta Nirwandar, menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar IKA Smanda atas penghargaan yang diberikan kepada almarhum ayahandanya sebagai Tokoh Pendidikan Lampung sekaligus Pendiri dan Kepala Sekolah Perintis Pertama SMA 2 Bandarlampung.
“Saya dan adik-adik mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar IKA Smanda Bandarlampung yang telah memberikan penghargaan kepada orang tua kami. Berkat jerih payah beliau, SMA 2 dapat terbentuk dan beliau pula yang dipercaya menjadi kepala sekolah pertamanya,” ujar Sapta Nirwandar, yang pernah menjabat Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI periode 2011–2014.
Ditambahkan, almarhum HM Thabranie Daud memiliki karakter kuat sebagai seorang pendidik sejati. Pada era 1960-an, almarhum berjuang keras mendirikan sekolah menengah atas di Lampung, yang saat itu hanya memiliki satu SMA.
“Dengan keinginan yang gigih dan perjuangan tanpa henti, akhirnya SMA 2 Bandarlampung dapat berdiri. Ayah saya dipercaya menjadi kepala sekolah pada periode 1964–1969. Hingga kini, alumni SMA 2 telah banyak berkiprah dan menjadi gubernur, walikota, bupati, perwira tinggi TNI-Polri, serta menduduki berbagai jabatan strategis,” jelasnya.
Sapta Nirwandar juga berpesan kepada generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjuangan para pendahulu.
“Seperti kata Bung Karno, Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” ucapnya.
Sementara Hj. Hariyanti Syafrin mengaku haru dan bangga atas penghargaan yang diberikan kepada orang tuanya.
“Harapan kami kepada adik-adik alumni dan generasi muda agar selalu mengenang jasa para pendahulu, terutama para guru dan pendidik. Mereka dengan penuh pengorbanan membentuk karakter, akhlak, moral, serta ilmu pengetahuan kita hingga bisa berhasil seperti sekarang ini,” kata dia.
Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh keluarga besar IKA Smanda atas apresiasi yang diberikan. (zal/inilampung)


