![]() |
PTPN Group melalui program BUMN Peduli membuka Posko Pendidikan Kesehatan di Terminal Tipe B, Kabupaten Pidiejaya Aceh. Foto: Ist. |
INILAMPUNGCOM -- PT Perkebunan Nusnatara (PTPN) Group melalui program BUMN Peduli membuka Posko Pendidikan Kesehatan di Terminal Tipe B, Kabupaten Pidiejaya, Aceh, guna memberikan edukasi kesehatan dan sanitasi kepada warga terdampak bencana.
Posko tersebut difokuskan pada pemberian edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pengelolaan kebersihan air, serta pencegahan penyakit menular yang rentan muncul di lingkungan pengungsian.
Ketua rombongan relawan BUMN Peduli, Zulkhairi Lubis, mengatakan program ini bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan preventif agar mampu menjaga kesehatan secara mandiri pasca-bencana.
“Kami tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan. Melalui posko pendidikan ini, warga diberikan edukasi sederhana namun penting, seperti cara mencuci tangan yang benar di tengah keterbatasan air dan menjaga kebersihan makanan,” ujar Zulkhairi.
Selain untuk orang dewasa, edukasi juga diberikan kepada anak-anak dengan pendekatan interaktif melalui kegiatan trauma healing. Anak-anak diajak bernyanyi, bermain sambil belajar tentang kebersihan diri, serta menerima paket alat tulis dan perlengkapan sekolah.
Penanggung jawab Posko Pendidikan, Hendrik Sastrawan, menyebutkan banyak keluhan kesehatan warga seperti gatal-gatal dan diare berawal dari kurangnya pemahaman tentang kebersihan lingkungan pengungsian.
“Dengan adanya edukasi ini, kami berharap warga lebih waspada sehingga jumlah pasien yang datang ke posko kesehatan dapat berkurang,” katanya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, PTPN Group juga menggelar pengajian dan doa bersama untuk memberikan dukungan mental dan spiritual kepada masyarakat terdampak.
PTPN Group menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi proses pemulihan di Aceh melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.
Salah seorang warga terdampak, Aminah, mengapresiasi keberadaan posko pendidikan tersebut dan berharap kegiatan ini dapat membantu mengurangi gangguan kesehatan di lokasi pengungsian. (mfn/rls)

