![]() |
| 42 orang Penyuluh Pertanian Provinsi Lampung bertugas di Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Jakarta (ist/inilampung) |
INILAMPUNGCOM - Terobosan dilakukan Pemprov Lampung dalam peningkatan kualitas aparatur penyuluh pertanian. Yaitu dengan menugaskan 42 orang bertugas di Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Jakarta.
Selasa (6/1/2025) pagi dilakukan acara pelepasan terhadap 42 orang penyuluh pertanian itu di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Lampung, di Rajabasa, Bandarlampung.
Kepala Dinas KPTPH Lampung, Dr. Elvira Umihanni, menyatakan, penugasa di Kementerian Pertanian RI ini menjadi bagian dari penguatan program nasional ketahanan dan swasembada pangan yang tengah dipercepat pemerintah pusat.
Menurut Elvira, penugasan terhadap 42 penyuluh pertanian ke Kementan RI berdasarkan Surat Nomor: 500.3.3.1/3/V.21/2026 itu karena penyuluh pertanian memegang peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan sektor pangan.
Keberhasilan kebijakan pertanian, lanjut mantan Kepala Bappeda Lampung itu, tidak hanya ditentukan oleh perencanaan di tingkat pusat, tetapi juga oleh efektivitas pendampingan di lapangan.
“Penyuluh adalah agen perubahan. Mereka tidak sekadar mendampingi petani, tetapi memastikan kebijakan dan inovasi pertanian benar-benar diterapkan dan berdampak pada peningkatan produksi serta kesejahteraan petani,” kata Elvira.
Ditambahkan, sinergi dengan Kementerian Pertanian menjadi krusial agar program unggulan Provinsi Lampung mulai dari penguatan ketahanan pangan, pengawalan distribusi pupuk cair, hingga penerapan teknologi pertanian berjalan searah dengan agenda nasional swasembada pangan.
“Kami berharap, kolaborasi ini tidak berhenti pada penugasan individu, tetapi berkembang menjadi kerja sama kebijakan yang berkelanjutan, sehingga posisi Lampung sebagai lumbung pangan nasional semakin kuat,” ujarnya.
Sementara Staf Ahli Gubernur Bani Ispriyanto menyampaikan apresiasi atas penugasan para penyuluh tersebut.
Ia menyebut, langkah ini sebagai tindaklanjut atas instruksi Presiden terkait percepatan swasembada pangan nasional.
“Para penyuluh diharapkan mampu menjadi penghubung efektif antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus mendorong peningkatan produksi pertanian di Lampung,” kata Bani.
Diketahui, 42 penyuluh pertanian yang ditugaskan ke Kementan RI terdiri dari aparatur sipil negara (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Siapa saja penyuluh yang mendapat penugasan di Kementan RI? Berikut diantaranya:
1. Agus Sumawati.
2. Dewi Setiyowati.
3. Dewi Susanti.
4. Emilda Sari.
5. Endang Waras.
6. Farida Aryani.
7. Firdha Tazkira.
8. Irnando Sobetra.
9. Isnaini.
10. Farida Wijayanti.
11. Ita Ambarwati.
12. Johana Yesadi Marpaung.
13. Luthfi Ali Masykur.
14. Maria Jr Nainggolan.
15. Meilia Volinda Novali.
16. Sundariyana.
17. Aan Saputri.
18. Agus Sulistyono.
19. Ali Rahman.
20. Alfiah Yeti Nurini.
21. Edi Triono Sugianto.
22. Fitri Yanti.
23. Heri Purwantoro.
24. Heri Susilo.
25. Lukas Suprihatin.
26. Maryusuf Achmad.
27. Masnur Permata Y.
28. Miftahul Surul.
29. Nurchanafi Umar.
30. Reni Fajarwati Saridi.
31. Sri Kasmiyati.
32. Sumarwan.
33. Susanto.
34. Sutrisno Suryanto.
35. Syafruddin.
36. Suyono.
37. Wibowo Saputra.
38. Wiwik Prihartati.
39. Wulandari.
40. Yudi Susanto.
Mereka akan menjalankan tugas pendampingan dan penguatan program pertanian sesuai arahan Kementerian Pertanian.
Kepala Dinas KPTPH Lampung, Elvira Umihanni, menyatakan akan terus mengawal kinerja para penyuluh tersebut, sekaligus memperkuat koordinasi lintas level pemerintahan.
Langkah ini diharapkan tidak hanya menopang agenda swasembada pangan nasional, tetapi juga memperkokoh sektor pertanian sebagai penopang utama ekonomi daerah. (zal/inilampung)


