-->
Cari Berita

Breaking News

Bahan Pangan MBG Kebanyakan dari Luar Lampung

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Mirza didampingi Asisten Ekubang Mulyadi Irsan usai memimpin rapat evaluasi program MBG, Selasa (20/1/2026) pagi. (ist/inilampung)


INILAMPUNGCOM - Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengakui bila sampai saat ini mayoritas bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dipasok dari luar Provinsi Lampung.


Pengakuan itu disampaikan Gubernur Mirza usai memimpin rapat evaluasi program MBG tahun 2025 dan persiapan tugas satgas MBG tahun 2026 di kantor Gubernur Lampung di Telukbetung, Selasa (20/1/2026) pagi.


Didampingi Asisten Ekubang Mulyadi Irsan, Gubernur Mirza mengatakan, rapat evaluasi dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar dan tujuan program.


“Kita ingin memastikan apa saja yang perlu diperbaiki dan bagaimana peran pemerintah daerah dalam mendukung program ini,” kata Mirza.


Ditegaskan, standar operasional prosedur (SOP) menjadi perhatian utama, terutama terkait menu, infrastruktur dapur, serta kualitas bahan makanan.


“Standarisasi harus diperkuat. Mulai dari menu, infrastruktur, sampai kualitas bahan pangan,” ujarnya.


Gubernur juga menyoroti pentingnya keterkaitan MBG dengan penguatan ekonomi lokal.


Menurut dia, kebutuhan bahan pangan untuk MBG idealnya dipasok dari wilayah setempat, agar perputaran ekonomi terjadi di desa.


"Lampung ini penghasil pangan, tapi belum semuanya siap menyuplai kebutuhan MBG. Desa-desa perlu dipersiapkan agar mampu menyediakan bahan pangan yang layak dan berkelanjutan,” kata dia.


Ditambahkan, selama ini masih banyak bahan makanan yang didatangkan dari luar daerah karena keterbatasan kesiapan di tingkat desa.


Pemerintah provinsi bersama kabupaten dan kota akan mendorong agar desa mampu menjadi penyangga utama kebutuhan MBG.


Selain itu, Mirza memastikan pengelolaan dampak lanjutan program, termasuk pengelolaan sampah dari kegiatan MBG, juga mulai berjalan dan terus dibenahi.


Evaluasi ini, kata dia, akan menjadi dasar perbaikan pelaksanaan MBG ke depan, agar tujuan pemenuhan gizi anak sekaligus penguatan ekonomi lokal dapat tercapai secara beriringan.


Menurut penelusuran inilampung.com, bahan pangan MBG mayoritas masih dipasok dari wilayah Bogor, Jawa Barat. (zal/inilampung)

LIPSUS