-->
Cari Berita

Breaking News

Bupati Egi Diminta Cek Jembatan Way Galih: Belum Sebulan TPT Ambrol

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Kamis, 08 Januari 2026

Kondisi Jembatan Way Galih dengan TPT yang ambrol. (ist/inilampung)


INILAMPUNGCOM - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, diminta warga Desa Sidoasri, Kecamatan Candipuro, untuk mengecek langsung kondisi Jembatan Way Galih. Karena belum lagi sebulan pengerjaannya selesai, tembok penahan tanah (TPT)-nya telah ambrol.


"Kami minta Bupati Egi mau ngecek langsung hasil proyek jembatan di Way Galih. Biar tahu sendiri bagaimana kualitas proyeknya. Jangan hanya lihat yang diarahkan pejabat saja," kata seorang warga Sidoasri, Rabu (7/1/2026) petang.


Memangnya bagaimana kondisi Jembatan Way Galih senilai Rp2,9 miliar yang dikerjakan CV Grup Makmur Abadi itu? Dikutip dari koranlampung.id, tembok penahan tanah (TPT) di sekitar jembatan tersebut mengalami retak dan longsor. Padahal, proyek tersebut belum genap satu bulan rampung, bahkan belum diresmikan.


Menurut koranlampung.id, berdasarkan pemantauan di lokasi pada hari Selasa (6/1/2026), menunjukkan retakan pada bagian pondasi jembatan disertai longsoran tanah di sisi TPT. Dampak kerusakan tidak hanya terjadi pada tembok penahan tanah, tetapi juga menjalar ke jalan rabat beton penghubung yang tampak amblas dan membentuk rongga di bagian bawahnya.


Sementara pada beberapa titik, terlihat batu sabes di bawah rabat beton ikut longsor, diduga akibat kondisi tanah yang tidak stabil.


Sejumlah warga Sidoasri menduga, kerusakan dipicu kurang maksimalnya proses pemadatan tanah saat pengerjaan proyek. Dugaan tersebut muncul karena longsor terjadi dalam waktu singkat setelah proyek dinyatakan selesai dikerjakan.


Diketahui, proyek jembatan Way Galih ini dikerjakan oleh CV Grup Makmur Abadi dengan nilai kontrak Rp2.996.223.865, bersumber dari APBD melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Tahun Anggaran 2025.


Selasa (6/1/2026) lalu, saat awak media berada di lokasi, sejumlah pekerja terlihat melakukan perbaikan pada tembok penahan tanah. Meski perbaikan tengah berlangsung, kerusakan pada pondasi dan rongga di bawah jalan rabat beton masih tampak jelas.


Dikonfirmasi, pemilik CV Grup Makmur Abadi membenarkan adanya kerusakan pada TPT tersebut. Dikatakan, pihaknya telah melakukan perbaikan dan memastikan seluruh kerusakan akan ditangani.


“Setiap kerusakan pasti kami perbaiki. Longsor terjadi akibat hujan deras dan luapan air dari Kali Katibung yang saat itu debitnya cukup besar dan naik hampir ke atas,” ujar dia.


Namun demikian, kekhawatiran tetap dirasakan warga setempat. Salah seorang warga mengaku kecewa karena kerusakan terjadi tak lama setelah pembangunan selesai.


“Baru selesai dibangun sudah longsor. Kami khawatir, bagaimana jembatan ini bisa bertahan lama, Bapak Bupati Radityo Egi Pratama tolonglah ambil sikap tegas. Lihat langsung ke lapangan,” ujarnya.


Warga Sidoasri berharap, Bupati Egi dan instansi terkait melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi jembatan dan jalan penghubung tersebut, guna memastikan keamanan dan kelayakan konstruksi sebelum jembatan benar-benar digunakan secara penuh oleh masyarakat. (zal/inilampung)

LIPSUS