-->
Cari Berita

Breaking News

Gajah TNWK Protes Karbon

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Kamis, 01 Januari 2026

Gajah di TNWK 


Oleh : Ir. Almuhery Ali Paksi


Belum genap tiga pekan sejak dilaksanakannya konsultasi publik (ecak-ecak), gaya orde lewat, satwa gajah Way Kambas mulai patroli mengamankan otoritasnya dari cengkraman asing dan Kementerian Kehutanan, yang mengalihkan hampir 70 persen zona inti begeser ke zona pemanfaatan (zona akal-akalan).


JKEL menyebutnya sebagai zona akal-akalan karena tanpa penelitian maupun kajian dan tanpa perhitungan yang jelas, penghuni Taman Nasional Way Kambas (TNWK) mempublish akan mengalihkan zona inti ke zona pemanfaatan.


Belum genap satu bulan, gajah kembali mengamuk, dan itu dalam perhitungan komandan gajah: wilayah-wilayah tersebut merupakan wilayah/kawasan jelajah mereka.


Perhitungkan oleh kalian para ahli yang dengan menepuk dada menyatakan bahwa diri kalian adalah rimbawan sejati, membawakan mars rimbawan dengan lantang, bila 35.000 hektar zona yang dijual ke Amerika tersebut tidak diijinkan untuk satwa atau manusia keluar masuk seperti selama ini.


Dan kelak dijadikan juga kawasan wisata Pertamax; apa yang akan terjadi?


Tentu satwa-satwa liar itu akan mencari ruang jelajah lainnya, bahkan akan keluar jauh dari kawasan TNWK.


Semoga Almarhum Kepala Desa Braja Asri, Darusman, akan menyadarkan Kementerian Kehutanan dan menjadi korban terakhir dari kelalaian kerja mereka selama ini.


Para peneliti dan ahli beserta seluruh elemen masyarakat -khususnya yang berada di lingkar penyangga TNWK- untuk kembali mengingatkan kalangan pejabat Kementerian Kehutanan agar benar-benar cermat dan melakukan kajian yang mendalam sebelum memutuskan alih zona tersebut. tabik puun.


 *Penulis : Ketua JKEL (Jaring Kelola Ekosistem Lampung).

LIPSUS