INILAMPUNGCOM - Inisiatif Lampung Sehat (ILS) menggelar Rapat Besar Tahun 2026 di Payungi, Yosomulyo, Kota Metro. Kegiatan ini sebagai momentum penguatan sinergi lintas sektor dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di Provinsi Lampung.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang evaluasi program kerja tahun 2025 serta penyusunan arah kebijakan dan program ILS di tahun 2026.
Rapat besar diawali dengan laporan panitia pelaksana yang disampaikan oleh Ali Nurdin, selaku Ketua Panitia sekaligus Ketua ILS Kota Metro. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan, konsolidasi organisasi, serta memperluas dampak gerakan ILS di tengah masyarakat.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Inisiatif Lampung Sehat dan Universitas Wira Buana. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur ILS bersama pimpinan Universitas Wira Buana sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, meliputi penelitian kolaboratif, pemberdayaan masyarakat, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.
Pimpinan Universitas Wira Buana, Hilmatul Khairiyah, SST., Bdn., M.Kes., M.Keb, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan ILS kepada Universitas Wira Buana. Ia menjelaskan bahwa sejumlah mahasiswa dari Program Studi Manajemen Ekonomi turut terlibat aktif sebagai pekerja dan pendamping program di ILS.
“Kerja sama ini menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa sekaligus bentuk kontribusi kampus dalam mendukung program kesehatan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur ILS, Bapak Sudiyanto, S.Sos, memaparkan profil dan arah gerakan ILS. Ia menjelaskan bahwa saat ini ILS memiliki empat fokus utama, yaitu isu kesehatan, kesejahteraan ekonomi, lingkungan, dan ketangguhan bencana. Pada isu kesehatan, khususnya penanggulangan Tuberkulosis (TBC), ILS telah menjangkau 11 kabupaten/kota di Provinsi Lampung dan menargetkan perluasan hingga 15 kabupaten/kota.
Hingga saat ini, ILS telah melakukan edukasi TBC kepada 269.220 orang, mendampingi 23.571 pasien, serta memberikan terapi pencegahan TBC kepada sekitar 3.000 orang. Selain itu, ILS juga menginisiasi program Kampung Tangguh TBC di Kalirejo dan Desa Bebas TBC di Lampung Timur.
Di bidang kesejahteraan ekonomi dan lingkungan, ILS mengembangkan program berbasis ekonomi sirkular melalui program Resaku di Gunung Sulah, Way Halim, sebagai upaya pengelolaan sampah rumah tangga dan pengurangan dampak banjir perkotaan. Program lingkungan lainnya, Sayangi Bumi, mendorong aksi sederhana seperti pengurangan sampah plastik dengan melibatkan mahasiswa dan pemuda melalui ILS Milenial.
Rapat besar ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Metro yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendri Saputro, ST., M.Kes. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa persoalan kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, akademisi, swasta, hingga masyarakat.
“Di tengah tantangan tahun 2026, mulai dari isu kesehatan hingga lingkungan yang semakin kompleks, dibutuhkan inovasi dan kolaborasi yang kuat agar masyarakat dapat hidup lebih sehat dan berdaya,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi penguatan sumber daya manusia dan organisasi berbasis pemberdayaan, yang disampaikan oleh Dharma Setiawan, Founder Payungi. Dalam pemaparannya, Dharma menekankan pentingnya penguatan kapasitas organisasi dan kemandirian ekonomi masyarakat sebagai fondasi keberlanjutan gerakan sosial. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen dan sinergi bersama untuk memperluas dampak positif Inisiatif Lampung Sehat bagi masyarakat Lampung.(rls/inilampung)


