-->
Cari Berita

Breaking News

Kepincut Pemandu Lagu, Kader NasDem di DPRD Pesawaran Terancam PAW

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Sabtu, 10 Januari 2026



INILAMPUNGCOM - Karier politik TM -kader Partai NasDem- sebagai anggota DPRD Kabupaten Pesawaran kini terancam. 


Politisi muda berpendidikan terakhir Magister Kesehatan itu belakangan nama besarnya menjadi perbincangan publik akibat kepincut RM -wanita pemandu lagu- yang berujung kisah-kasih cinta terlarangnya di Polda Lampung, tampaknya akan terhempas dari panggung sebutan: Anggota Dewan yang Terhormat.


Sumber inilampung.com, Jum'at (9/1/2026) malam, menyatakan, TM yang berasal dari daerah pemilihan Way Lima, Kedondong, dan Way Khilau, besar kemungkinan akan mendapat sanksi pergantian antar waktu (PAW). 


"Kayaknya karier politik TM bakal habis gara-gara kasus asmaranya sama pemandu lagu itu. Karena urusan pribadinya jadi konsumsi publik dan mempermalukan nama partai," ucap sumber melalui telepon. 


Bukan hanya itu. Selama ini pembawaan TM juga disebut-sebur kurang bisa "nempatin diri" di lingkungan partainya. 


Sumber inilampung.com menambahkan, skandal cinta terlarang yang melibatkan TM telah diketahui para petinggi di DPP Partai NasDem. 


"Evaluasi atas kinerjanya sebagai Dewan segera dilakukan," kata dia.


Diberitakan sebelumnya, oknum anggota DPRD Kabupaten Pesawaran berinisial TM diduga terlibat perselingkuhan dengan wanita pemandu lagu, RM, berujung laporan ke Polda Lampung.


Meruyaknya kabar tidak sedap itu disikapi cepat oleh DPW Partai NasDem Provinsi Lampung.


Menurut penelusuran, Kamis (8/1/2026) siang hingga petang, TM ditemani istrinya datang ke kantor DPW NasDem Lampung di Jln. Ahmad Yani, Bandarlampung.


Dalam pertemuan dengan Wakil Ketua DPW NasDem Lampung, Rachmat Husein DC, TM bersikukuh jika ia tidak ada hubungan spesial dengan RM, yang "bernyanyi merdu" mengenai perselingkuhannya dengan oknum anggota DPRD Pesawaran tersebut.


Istri TM, begitu kata sumber inilampung.com, menegaskan kepada Rakhmat Husein DC sebagai "pemeriksa" bahwa dirinya tidak mempermasalahkan lagi skandal cinta suaminya dengan RM.


"Karena TM tetep keukeh kalau nggak ada hubungan spesial sama RM, Bang Rakhmat Husein sempet kesel," ucap sumber melalui telepon. 


Dikatakan, kasus yang melilit TM ini akan diputuskan oleh Ketua DPW Partai NasDem Lampung, Herman HN. Saat ini mantan Walikota Bandarlampung itu tengah berada di Bandung, Jawa Barat. 


"Sepulang beliau dalam sehari dua ini, TM pasti akan dipanggil lagi," tambahnya.


Sementara Rakhmat Husein DC yang dikonfirmasi Kamis (8/1/2026) malam, menampik jika dirinya memanggil TM untuk menjelaskan persoalan dugaan perselingkuhannya yang telah menjadi konsumsi publik.


"Belum ada panggilan-panggilan. Nggak ada juga permintaan klarifikasi," kata Rakhmat Husein melalui pesan WhatsApp.


Terlepas dari bantahan Rakhmat Husein, tampaknya TM akan mendapatkan sanksi berat dari partainya. Sumber inilampung.com di DPP Partai NasDem menyatakan kasus amoral yang mempermalukan nama partai berisiko pelakunya akan diberhentikan.


"Terima kasih informasinya. Kami di DPP tentu menunggu sikap tegas DPW Lampung sesuai arahan Ketua Umum Bang Surya Paloh terkait urusan perselingkuhan seperti ini," ucap salah satu fungsionaris DPP Partai NasDem, Kamis (8/1/2026) malam, melalui telepon.


Dikutip dari radarcybernusantara.id, kasus yang melilit kader NasDem di DPRD Pesawaran ini naik kepermukaan setelah RM yang mengaku selingkuhannya, melapor ke Polda Lampung terkait penelantaran dan intimidasi atau dipersekusi oleh oknum anggota DPRD Pesawaran tersebut beserta keluarganya.


RM mengaku, mempunyai hubungan asmara terlarang dengan TM atas bujuk rayu dan janji manis tentang jaminan hidup.


Dikisahkan, hubungan asmaranya dengan TM berawal dari permintaan kader NasDem itu agar dirinya berhenti bekerja sebagai LC dan akan dijamin kebutuhan hidupnya.


"Saya diminta berhenti kerja. Katanya semua kebutuhan hidup akan dia tanggung," ujar RM.


Bahkan untuk meyakinkan dirinya, TM yang juga berprofesi sebagai mantri desa tersebut pernah mengajaknya dalam kegiatan studi banding DPRD Pesawaran ke Jogyakarta pada akhir September 2025 lalu.


"Waktu studi banding ke Jogja, saya diajak. Tiga hari kami di sana, sudah seperti suami istri. Dari situ saya yakin dengan janji-janji dia," terang RM.


Namun, janji tinggal janji. Setelah RM berhenti bekerja dan kehilangan sumber penghasilan, janji tersebut tidak lagi ditepati. RM mengaku menerima bantuan keuangan sekadarnya saja dari TM. Hanya cukup untuk membayar cicilan motor dan kebutuhan lain, sebelum akhirnya komunikasi terputus total.


RM juga menuturkan bahwa hubungan mereka awalnya berjalan baik, namun memburuk setelah pihak tempatnya bekerja mengetahui hubungan mereka dan menginformasikan ke istri TM.


Sejak itu, TM meminta RM bersabar dengan alasan ingin menenangkan keluarganya terlebih dahulu.


Puncak persoalan terjadi ketika RM mendatangi TM untuk menagih tanggung jawab. Alih-alih mendapat penyelesaian, RM mengaku justru mengalami intimidasi dan tekanan psikologis.


"Saya dijanjikan bertemu, tapi ternyata saya didatangi lima orang. Ada istrinya dan beberapa temannya. Saya dimaki, dihina, bahkan dipaksa menghapus foto dan video," ucap dia.


RM mengklaim memiliki bukti hubungan terlarangnya dengan TM, baik berupa foto maupun dokumentasi lain yang menggambarkan kebersamaan mereka. Termasuk saat menginap bersama di hotel, apartemen, dan kosan sejak bulan Agustus hingga September 2025.


Dikutip dari pangkalpinangpost.com, sang legislator TM saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa fokus utamanya adalah menyelesaikan persoalan rumah tangganya.


"Alhamdulillah, masalah dengan istri sudah selesai. Itu yang paling penting. Soal laporan, silakan ikuti proses hukum," ujar kader NasDem itu.


TM juga membantah tudingan RM, dan menyebut justru dirinya yang merasa terganggu karena diduga berulang kali dimintai uang. Namun tudingan itu dibantah keras oleh RM.


"Itu cuma alasan dia untuk lepas tanggung jawab. Ini urusan kami berdua, tapi malah bawa orang lain dan menjelek-jelekkan saya," tegas RM.


Atas kasus ini, Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran, Achmad Rico Julian SH, MH, melalui pesan WhatsApp, Kamis (8/1/2026) siang, mengatakan dirinya sangat menyesalkan adanya permasalahan yang menimpa salah satu anggotanya itu.


"Saya menyesalkan permasalahan ini, tapi nanti kita lihat dulu ya. Karena kalau di berita, yang melaporkan wanita simpanannya, bukan Istrinya. Sampai dengan sekarang di BK belum ada laporan dari istrinya atau pihak yang merasa dirugikan," ujar Rico.


Ditambahkan, apabila ada laporan, ia akan segera memerintah BK untuk klarifikasi.


"Apabila nanti ada laporan, pasti akan segera saya perintahkan BK untuk diklarifikasi," ucap Rico. (zal/inilampung)

LIPSUS