Oleh: Junaidi Jamsari
Proses perencanaan dan pengembangan kepariwisataan kaitannya dengan pembahasan tentang SDM (sumber saya manusia) yang dibutuhka dan efektif, seringkali kurang mendapat perhatian.
Hal tersebut mengakibatkan timbulnya permasalahan serius dalam industri kepariwisataan, dan memungkinkan terhalangnya partisipasi masyarakat setempat dalam kegiatan ekonomi yang dikembangkan dari pengembangan kepariwisataan.
Pariwisata adalah seluruh aspek manusia yang mendukung kegiatan wisata, baik bersifat tangible maupun intangible, yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan mewujudkan terciptanya kepuasan wisatawan serta berdampak positif terhadap ekonomi, kesejahteraan, dan kelestarian lingkungan dan budaya di suatu kawasan wisata.
Kita mengenal Desa Wisata (Kampung Nagari, Gampong atau sebutan lainnya) adalah kawasan yang memiliki potensi dan keunikan daya tarik wisata yang khas, yaitu merasakan pengalaman keunikan kehidupan dan tradisi masyarakat di pedesaan dengan segala potensinya.
Ada apa di desa anda?Otentik (atau autentik) adalah sesuatu yang asli, tulen, sah, nyata, dan dapat dipercaya, bukan tiruan atau palsu, serta sesuai dengan keadaan atau esensinya yang sebenarnya, baik itu merujuk pada orang, produk, dokumen, maupun pengalaman.
Seperti destinasi wisata yang ada di Lampung Barat. Ada Kebun Raya Liwa (KRL) terletak di Desa Kubuperahu, Kecamatan Balik Bukit. Inisiasi keberadaannya sejak tahun 2007, pembangunan fisiknya terealisasi pada tahun 2016. Kini menjadi kebanggaan bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.
Objek wisata alam yang ada di seputar Kota Liwa, terdapat Gunung Pesagi, Air Terjun Sepapa Kiri dan Sepapa Kanan yang berada di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Puncak Bawang Bakung di Pekon Negeri Ratu, Kecamatan Batu Brak. Pemandangan alam yang menakjubkan akan didapati di Puncak Bawang Bakung saat pagi hari, dengan view Gunung Pesagi dan kabut di bawahnya. Bukit Embun di Desa Sedampah menjanjikan wisatawan untuk melihat tebalnya kabut Liwa. Selain itu, para wisatawan juga dapat menikmati sunrise dari celah-celah perbukitan di sekitarnya. Destinasi wisata yang tak kalah adalah wisata Pasar Tematik yang berada di Desa Lumbok, Kecamatan Lumbok Seminung. Menjanjikan wisatawan untuk menikmati indahnya Danau Ranau, pemandangan Gunung Seminung, dan bermain sampan perahu dayung dan motor sky.
Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan pariwisata? Mulai dari pemerintah, pendidik, pelaku usaha (pengelola, pekerja, pengusaha), masyarakat sekitar destinasi, hingga wisatawan itu sendiri. Yang keseluruhannya berperan penting dalam menciptakan pengalaman, kepuasan, dan keberhasilan pengembangan pariwisata secara keseluruhan.
Kualitas SDM ini, terutama dalam hal sikap dan kompetensi, berdampak langsung pada kualitas pelayanan dan pengembangan destinasi wisata.
Salah satunya keberadaan homestay, pondok wisata dalam sistem kepariwisataan merupakan bagian penting untuk menarik perhatian wisatawan dalam melakukan perjalanan oleh seseorang atau kelompok orang untuk mengunjungi tempat tertentu, baik tujuan rekreasi, pengembangan pribadi atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu tertentu.
Kegiatan wisata harus didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah dan pemerintah daerah merupakan bagian dari upaya membangun sistem kepariwisataan.
Disamping itu kegiatan wisatawan, perjalanan, destinasi rangkaian tak terpisahkan dalam membangun sistem kepariwisataan. Wisatawan membutuhkan transportasi, jalan/reel terminal, restoran (hasil pertanian, peternakan dan perikanan), daya tarik wisata, hiburan dan didukung oleh usaha inti rakyat serta industri pendukung lainnya.
Salah satu kegiatan dalam kepariwisataan adalah homestay sebagai sarana akomodasi di desa wisata. Homestay sebagai bagian atraksi daya tarik. Sebagai sarana interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokal.
Homestay sebagai sarana edukasi bagi wisatawan untuk belajar tentang kearifan lokal. Sebagai sarana pengenalan budaya.
Menonjolkan ciri khas daerah setempat, seperti bentuk bangunan atau ornamen budaya, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Bagaimana dengan homestay kita? Persyaratan standar homestay, seperti; ruang dapur, perlengkapan dapur yang aman dan bersih, tersedia bak cuci peralatan dapur, air bersih yang cukup, lantai tidak licin, sirkulasi udara dan penerangan, terhindar dari gangguan serangga lalat, kecoa dan lain-lain. Tersedia saluran pembuangan limbah dan tempat sampah, bersih dan tidak berbau.
Ruang tamu menyediakan kursi dan meja tamu sesuai kebutuhan, sirkulasi udara yang baik, penerangan yang cukup, terjaga kebersihan, serta tempat sampah yang mudah dijangkau. Tersedia kotak dan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) sebagai upaya penanganan kondisi darurat.
Untuk meningkatkan pelayanan, prasarana dan kedisiplinan dalam mengelola homestay/hotel diperlukan peningkatan ketrampilan dan pengetahuan tentang pengelolaan homestay, belajar tentang perlengkapan homestay, mengetahui lebih banyak tentang homestay dan perhotelan.Masih adanya homestay yang belum memiliki kamar mandi di dalam, menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola, peningkatan mutu pelayanan masih terkendala biaya.
Peningkatan wawasan, merubah pola pikir, menjadikan petugas pengelola yang lebih baik dengan ide-ide baru yang positif sangat dibutuhkan.
Hal sederhana tapi rumit untuk pengetahuan ilmu cara melipat sprei, membersihkan dan menyiapkan kamar mandi sehat masih perlu ditingkatkan.
Terlalu abstrak untuk mengemukakan janji, meningkatkan daya tarik wisata tanpa ada sinergi kolaborasi dan komitmen bersama untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan, dengan pembinaan seluruh stakeholder terkait.
Salah satu solusi yang perlu ditempuh adalah dengan meningkatkan kompetensi SDM yang dimiliki suatu daerah melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan yang tepat.
Keberadaan SDM di industri pariwisata, yaitu sebagai motor penggerak kelangsungan industri; pelaku utama yang menciptakan produk inti pariwisata (pengalaman); dan salah satu faktor penentu daya saing industri. Semoga.
*Penulis: Domisili di Lampung Barat.


