![]() |
| Ribuan warga di Lampung Timur mengepung kantor Balai TNWK, Selasa (13/1/2026) (tompel/inilampung) |
INILAMPUNGCOM --- Ribuan petani dan warga dari berbagai desa di Lampung Timur berunjukrasa di kantor Balai TNWK, Selasa (13/1/2025). Mereka menuntut perlindungan akibat aksi serangan gajah yang masuk perkampungan warga akhir-akhirnya ini.
Aksi di depan kantor TNWK yang tepat berada di Jalan Lintas Timur, Desa Labuhan Ratu Lama, Kemcatan Labuhan Ratu itu mengakibatkan jalan poros Sumatra menuju Bakaheni itu macet total. Puluhan kendaraan, terpaksa dialihkan melalui jalan desa. Warga menilai, negara belum hadir untuk mengatasi konflik gajah dengan warga.
Ribuan (mereka menyebut 3000 an orang) -- tampak datang dengan mengendarai ratusan truk, dan kendaraan pribadi beraksi sejak pukul 08.00 WIB. Meraka mengaku datang dari 23 desa-desa penyangga TNWK Way Kambas. Ada dari Kecamatan Braja Selebah (7 Desa), Way Jepara (11 Desa), Purbolinggo, Way Bungur, hingga Labuhan Maringgai.
Mereka mendesak pemerintah segera menghentikan masuknya gajah liar ke desa-desa penyangga, khususnya di 23 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan sekitar TNWK.
Tak hanya itu, warga juga menuntut tanggung jawab Kementerian Kehutanan RI dan pengelola TNWK atas jatuhnya korban jiwa serta kerusakan lahan pertanian dan permukiman akibat konflik berkepanjangan tersebut.
Dalam aksinya, massa juga dengan tegas menolak wacana pengalihan fungsi lahan dari zona inti menjadi zona pemanfaatan. Mereka mendesak dilakukan evaluasi total terhadap kondisi hutan TNWK dan kebijakan perizinan pemanfaatan lahan yang dinilai telah merusak habitat satwa.
Hingga berita ini ditulis, wartawan inilampung.com Johan Abidin melaporkan --- bahwa para pengunjuk rasa belum diterima oleh pejabat berwenang, yakni pihak TNWK. Mereka masih berorasi dengan menggunakan speaker bergantian.
Para perwakilan tampaknya masih menunggu, dilakukanya dialog dan upaya penyelesaikan secara adil, dan berkelanjutan. (tom/John/inilampung)



