![]() |
| Bangunan gerai KDMP di Pulung Kencana, Tulang Bawang Tengah, Tubaba. (ist/inilampung) |
(Bagian I)
Pada awal "groundbreaking" program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Lampung menjadi wilayah yang dinyatakan paling siap dan "terhebat", dengan tolok struktur kepengurusan.
Bagaimana realisasi salah satu program unggulan Presiden Prabowo yang "ditukangi" TNI AD ini? Menelisik informasi dari rapat percepatan pembangunan fisik KDMP Pemprov Lampung hari Senin (26/1/2026) kemarin, program yang diniatkan membangkitkan perekonomian di tingkat pedesaan itu masih terfokus pada pembangunan gerai.
Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Koperasi & UKM Provinsi Lampung, Evie Fatmawaty, usai rapat yang dipimpin Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sulpakar.
"Fokus realisasi program Koperasi Desa saat ini adalah membangun gerai," ucap Evie Fatmawaty.
Namun, mewujudkan gerai KDMP bukanlah pekerjaan ringan, meski PT Agrinas -pemborong proyek bangunan gerai dan gudang KDMP- kapan saja siap melaksanakan kegiatan. Keberadaan lahan merupakan ganjalan. Itu juga yang menjadi persoalan di Kota Bandarlampung.
Kepala Dinas Koperasi & UKM Kota Bandarlampung, Riana Apriana, mengakui, pembentukan KDMP menghadapi kendala utama berupa keterbatasan lahan untuk pembangunan gerai koperasi di 126 kelurahan.
“Saat ini kami masih menginventarisasi aset daerah yang bisa dimanfaatkan. Pemkot memang tidak secara khusus menyediakan lahan untuk pembangunan gerai koperasi, berbeda dengan kondisi di desa yang umumnya memiliki lahan lebih luas,” ujar Riana, Rabu (21/1/2026) pekan lalu.
![]() |
| Bupati Lambar Parosil Mabsus, Wabup Mad Hasnurin, meninjau lokasi gerai KDMP, Senin (26/1/2026) kemarin. (ist/inilampung) |
Sebagai alternatif, lanjut Riana, Pemkot Bandarlampung mempertimbangkan pemanfaatan lahan fasilitas umum milik pemerintah kota yang dinilai masih memiliki ruang, seperti lahan sekolah yang kelebihan area.
Menurutnya, saat ini baru sebagian Koperasi Merah Putih yang telah memiliki gerai usaha sederhana, baik melalui skema sewa maupun pinjam pakai lahan.
Sikap Dinas Koperasi & UKM Kota Bandarlampung yang terkesan "ogah-ogahan" dalam merealisasikan program KDMP ini ditanggapi dingin oleh Evie Fatmawaty.
"Yang penting niat dan ada kemauan. Buat kantor gerai contohnya duluan. Biar ada progresnya. Kalau koordinasi jalan, bisa saja solusinya memakai aset pemprov," tutur Kepala Dinas Koperasi & UKM Provinsi Lampung itu.
Ditambahkan Evie, kalaupun lahan yang disediakan Pemkot Bandarlampung sangat terbatas, PT Agrinas akan mengeluarkan desain baru untuk perkotaan dengan bangunan dua lantai.
Evie menegaskan, kedepannya KDMP menjadi pusat bisnis masyarakat desa. Dan bagi wilayah yang memiliki potensi besar pertanian misalnya, desa itu akan dilengkapi dengan alat dryer baik dari pemprov maupun pemerintah pusat.
Menurut catatan inilampung.com, Kabupaten Lampung Barat termasuk salah satu wilayah yang menyeriusi program KDMP ini. Senin (26/1/2026) kemarin Bupati Parosil Mabsus, Wabup Mad Hasnurin, dan beberapa pejabat lain -juga dari Kodim- meninjau pembangunan gerai di Pekon Tugu Sari, Kecamatan Sumber Jaya, dan Pekon Srimenanti, Kecamatan Air Hitam.
Kendala penyiapan lahan untuk KDMP ini juga menjadi catatan tersendiri bagi Kodam XXI/Radin Inten. Selain lambatnya progres pembangunan gerai akibat terbatasnya ketersediaan material dan kendala cuaca.
Lalu berapa sebenarnya pembangunan sarana KDMP di Lampung yang telah 100%? Menurut data Kodam XXI/Radin Inten yang dipaparkan pada rapat koordinasi Selasa (27/1/2026) pagi, jumlahnya baru 11.
Di wilayah mana saja itu? Besok uraiannya. (bersambung/zal/inilampung)



