![]() |
| Kantor DPRD Pesawarah runtuh (ist/inilampung) |
INILAMPUNGCOM - Perlahan tapi pasti, skandal cinta terlarang anggota DPRD Kabupaten Pesawaran dari Partai NasDem berinisial TM dengan wanita muda berprofesi sebagai pemandu lagu: RM, dikabarkan telah masuk tahap penyidikan aparat Ditreskrimum Polda Lampung.
"Laporan RM terhadap oknum anggota DPRD Pesawaran inisial TM di polda kabarnya sudah masuk tahap penyidikan," kata sumber inilampung.com, Kamis (15/1/2026) siang.
Ia memastikan, dengan masuk tahap penyidikan laporan RM tersebut, besar kemungkinan anggota DPRD Pesawaran itu bukan hanya terancam penjara tetapi juga tutup buku karier politiknya.
Diketahui, oknum anggota DPRD Pesawaran inisial TM dilaporkan RM ke Polda Lampung terkait dugaan penelantaran dan intimidasi atau persekusi.
Di sisi lain, skandal cinta terlarang TM dengan pemandu lagu alias LC inisial RM yang mengaku sempat diajak saat DPRD Pesawaran studi banding ke Jogjakarta ini, mendapat perhatian serius Badan Kehormatan (BK) DPRD Pesawaran. Lenida Putri, Ketua BK, menyatakan awal pekan depan akan memanggil TM untuk dimintai klarifikasi persoalan yang menerpa kader Partai NasDem itu.
"Hari Selasa atau Rabu depan kita panggil yang bersangkutan," kata Lenida Putri, Rabu (14/1/2026) kemarin.
Ditegaskan, dalam menjalankan tugasnya, BK berorientasi pada penyelesaian cepat, transparan, dan berkeadilan guna memulihkan reputasi kelembagaan serta memastikan standar etika DPRD tetap terjaga.
Lenida menambahkan, BK berkomitmen menjaga kehormatan, martabat dan kredibilitas lembaga DPRD. Karenanya BK bekerja secara independen dan tidak harus menunggu keputusan hukum dari aparat penegak hukum.
Diberitakan sebelumnya, skandal cinta terlarang TM -anggota DPRD Pesawaran dapil Way Khilau, Kedondong, dan Way Lima- dengan pemandu lagu RM telah menjadi konsumsi publik.
TM juga telah mengajak istrinya datang ke Kantor DPW Partai NasDem Lampung di Jln. Ahmad Yani, Bandarlampung. Meski telah menjadi bahasan, namun secara resmi pimpinan partai besutan Surya Paloh itu belum bersikap.
"Partai nunggu keputusan BK DPRD Pesawaran dan penanganan laporan ke Polda Lampung. Besar kemungkinan TM bakal di-PAW," kata sumber inilampung.com di Partai NasDem, Kamis (15/1/2026 ) petang.
Kasus yang melilit kader NasDem di DPRD Pesawaran ini naik kepermukaan setelah RM yang mengaku selingkuhannya, melapor ke Polda Lampung terkait penelantaran dan intimidasi atau persekusi oleh TM beserta keluarganya.
RM mengaku, mempunyai hubungan asmara terlarang dengan TM -berlatarbelakang tenaga kesehatan- atas bujuk rayu dan janji manis tentang jaminan hidup.
Dikisahkan, hubungan asmaranya dengan TM berawal dari permintaan kader NasDem itu agar dirinya berhenti bekerja sebagai LC dan akan dijamin kebutuhan hidupnya.
Untuk meyakinkan dirinya, TM yang juga berpendidikan Magister Kesehatan tersebut pernah mengajaknya dalam kegiatan studi banding DPRD Pesawaran ke Jogjakarta pada akhir September 2025 lalu.
"Waktu studi banding ke Jogja, saya diajak. Tiga hari kami di sana, sudah seperti suami istri. Dari situ saya yakin dengan janji-janji dia," terang RM.
Namun, janji tinggal janji. Setelah RM berhenti bekerja dan kehilangan sumber penghasilan, janji tidak lagi ditepati. RM mengaku menerima bantuan keuangan sekadarnya saja dari TM. Hanya cukup untuk membayar cicilan motor dan kebutuhan lain, sebelum akhirnya komunikasi terputus total.
RM juga menuturkan bahwa hubungan mereka awalnya berjalan baik, namun memburuk setelah pihak tempatnya bekerja mengetahui hubungan mereka dan menginformasikan ke istri TM.
Sejak itu, TM meminta RM bersabar dengan alasan ingin menenangkan keluarganya terlebih dahulu.
Puncak persoalan terjadi ketika RM mendatangi TM untuk menagih tanggung jawab. Alih-alih mendapat penyelesaian, RM mengaku justru mengalami intimidasi dan tekanan psikologis.
"Saya dijanjikan bertemu, tapi ternyata saya didatangi lima orang. Ada istrinya dan beberapa temannya. Saya dimaki, dihina, bahkan dipaksa menghapus foto dan video," ucap dia.
RM mengklaim memiliki bukti hubungan terlarangnya dengan TM, baik berupa foto maupun dokumentasi lain yang menggambarkan kebersamaan mereka. Termasuk saat menginap bersama di hotel, apartemen, dan kosan sejak bulan Agustus hingga September 2025.
Lalu apa tanggapan TM? Dikutip dari pangkalpinangpost.com, TM menyampaikan bahwa fokus utamanya adalah menyelesaikan persoalan rumah tangganya.
"Alhamdulillah, masalah dengan istri sudah selesai. Itu yang paling penting. Soal laporan, silakan ikuti proses hukum," ujar kader NasDem itu.
TM juga membantah tudingan RM, dan menyebut justru dirinya yang merasa terganggu karena diduga berulang kali dimintai uang. (zal/inilampung)


