-->
Cari Berita

Breaking News

Menkeu Purbaya Tidak Ikut Retret, Tapi Mampu Tunjukan Kinerja Baik

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Selasa, 06 Januari 2026

 

Dedi Kurnia Syah (ist/net)

INILAMPUNGCOM --- Presiden Prabowo Subianto kembali mengundang para menteri dan pejabat tinggi negara untuk mengikuti retret atau pelatihan khusus di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/12/2026). 


Pembekalan intensif ala militer itu pernah dilakukan juga para Kepala Daerah, Menteri Kabinet Merah Putih, tak lama setelah para menteri kabinet dan kepala daerah dilantik, pada tanggal 25-27 Oktober 2024 lalu.


Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengkritik, bahwa kegiatan retret tidak menjamin akan membawa dampak  yang luar biasa pada kinerja pemerintahan. Dia menyebut, hanyalah kegiatan politis dan formal.


"Retret hanya akan jadi agenda politis dan formal> Justru agenda semacam ini menghambat kinerja serta membuat pejabat elite terkooptasi dengan politik Presiden," kata Dedi Kurnia Syah, seperti yang dikutip JPNN, Selasa (6/1/2026), tadi malam.


Presiden Prabowo Subianto, lanjut Dedi Kurnia, seharusnya lebih progresif dan substansial pada kerja dan kebijakan yang terang.


Dedi kemudian menyinggung sosok Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya belum mengikuti retret tetapi punya kinerja maksimal. 


"Purbaya misalnya justru tunjukkan kerja yang baik, setidaknya satu masalah bisa dia tangani dengan benar, padahal dia tidak mengikuti retret," kata dia.


Paparan dan Evaluasi

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa dalam agenda retret cukup banyak. Diantaranya, pemaparan capaian sekaligus evaluasi program strategis yang telah berjalan serta rencana percepatan ke depan.


Prasetyo mengatakan swasembada pangan merupakan salah satu program yang berhasil diwujudkan dalam satu tahun pemerintah, ditandai dengan tidak adanya impor beras pada 2025, serta target untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut pada 2026.


Selain itu, kata dia, akan dibahas pula swasembada energi, termasuk capaian lifting yang melampaui target APBN 2025 dan upaya percepatan untuk peningkatan produksi.


Prasetyo menyebut agenda retret juga memuat evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat dari target 82,9 juta orang.


"Kita berharap di tahun 2026 target itu dapat terpenuhi. Tentu saja dengan sekali lagi, dengan beberapa evaluasi yang terjadi selama pelaksanaan satu tahun, dan hari ini bertepatan dengan satu tahun pelaksanaan program makan bergizi yang dimulai 6 Januari 2025 yang lalu," ucap dia. (*)

LIPSUS