-->
Cari Berita

Breaking News

Perlahan tapi Pasti: Dunia Wisata Lampung Gerakkan Ekonomi

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Minggu, 18 Januari 2026

Pariwisata Lampung (ist/inilampung)


INILAMPUNGCOM - Perlahan tapi pasti, sektor pariwisata Provinsi Lampung mencatat kinerja impresif sepanjang tahun 2025 kemarin, dan semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu motor penggerak perekonomian daerah.


Lonjakan kunjungan wisatawan tidak hanya mengangkat Lampung ke jajaran 10 besar destinasi nasional, tetapi juga berdampak signifikan terhadap perputaran ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan UMKM.


Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang Januari–November 2025 jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Lampung mencapai 24.702.664 perjalanan.


Angka ini tumbuh 53,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus menempatkan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan kunjungan tertinggi di Sumatera, melampaui rata-rata nasional.


Secara nasional, capaian tersebut mengantarkan Lampung masuk 10 destinasi wisata favorit versi Kementerian Pariwisata. Pada September 2025, Lampung bahkan berada di peringkat sembilan nasional dengan 2.159.343 perjalanan wisatawan, melampaui Bali yang mencatat sekitar 2,12 juta perjalanan pada periode yang sama.


Di tingkat regional, Lampung menjadi tujuan wisata terbesar kedua di Sumatera dengan kontribusi sekitar 13,26 persen terhadap total perjalanan wisatawan nusantara.


Momentum pertumbuhan ini juga terlihat pada periode puncak mobilitas. Selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Lampung tercatat sebagai salah satu dari 10 tujuan favorit nasional dengan estimasi kunjungan sekitar 2,35 juta orang.


Dari sisi ekonomi, sektor pariwisata memberikan kontribusi signifikan dengan nilai perputaran mencapai Rp53,11 triliun sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan sektor ini disebut sebagai yang tercepat dalam lima tahun terakhir.


Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung, pariwisata menyumbang hampir 6 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung atas dasar harga berlaku (ADHB) triwulan III 2025.


Belanja wisatawan turut menjadi penopang utama. Rata-rata pengeluaran wisatawan di Lampung pada tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp2,15 juta per kunjungan. Perputaran uang tersebut, menggerakkan lebih dari 3.000 UMKM, khususnya di sektor kuliner, kerajinan, transportasi, akomodasi, dan jasa pendukung lainnya.


Kontribusi pariwisata juga terlihat dari sisi ketenagakerjaan. BPS Provinsi Lampung mencatat; jumlah penduduk bekerja pada periode Agustus 2024–Agustus 2025 mencapai 4,85 juta orang, dengan penambahan tenaga kerja sebanyak 65,79 ribu orang. 


Dari jumlah tersebut, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diperkirakan menyerap lebih dari 254 ribu tenaga kerja, baik formal maupun informal.


Sektor perhotelan turut mencerminkan tren positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Lampung pada November 2025 tercatat sebesar 48,93 persen, meningkat dibandingkan rata-rata 2024 sebesar 47,11 persen. Sementara itu, TPK hotel nonbintang berada di angka 25,60 persen.


Secara kewilayahan, pergerakan wisatawan masih terpusat di Kota Bandarlampung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Pesawaran. Kawasan ini menjadi episentrum pariwisata sekaligus pusat perputaran ekonomi daerah, ditopang destinasi unggulan seperti Taman Nasional Way Kambas, Pulau Pahawang, Pantai Tanjung Setia, serta berbagai destinasi wisata alam dan bahari lainnya.


Kolaborasi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, diperkuat melalui event unggulan, seperti Krakatau Festival dan Lampung Festival, serta pengembangan sport tourism lewat ajang Krakatau Run, menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan pariwisata Lampung. (zal/inilampung) 


LIPSUS