-->
Cari Berita

Breaking News

Pinjaman Pemprov Lampung Rp1 Triliun Masih "Ngegantung"

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Rabu, 14 Januari 2026

 Plt Kepala BPKAD Provinsi Lampung, Nurul Fajri (ist/inilampung)


INILAMPUNGCOM - Sampai Rabu (14/1/2026) ini, realisasi pinjaman Pemprov Lampung senilai Rp1 triliun layak dibilang masih "ngegantung".


Maksudnya? "Sampai saat ini masih dalam proses. Belum fix apakah mendapat pinjaman sebesar yang kita harapkan atau angka finalnya nanti ada perubahan," kata Plt Kepala BPKAD Provinsi Lampung, Nurul Fajri, Rabu (14/1/2026) pagi melalui telepon.


Menurut dia, sampai saat ini masih ada beberapa hal yang tengah dikaji oleh Kementerian Keuangan, diantaranya terkait indeks peninjauan defisit maupun kapasitas fiskal. 


"Kami terus kontak-kontak dengan Kementerian Keuangan. Untuk indeks peninjauan defisit dan kapasitas fiskal baru terbit awal Januari, jadi masih dihitung oleh Kemenkeu," imbuh Nurul Fajri.


Bila hasil hitungan Kementerian Keuangan telah selesai, barulah keluar rekomendasi.


"Proses selanjutnya barulah dilakukan perhitungan oleh BJB. Jika ternyata nantinya rekomendasi Kementerian Keuangan pinjaman yang diperbolehkan dibawah Rp1 triliun, maka kita harus merubah skemanya," urai dia. 


Nurul Fajri menegaskan jika Pemprov Lampung memang mengajukan pinjaman ke Bank Jabar-Banten (BJB), bukan ke PT SMI, BUMN Kementerian Keuangan.


Apa alasannya? "Selain bunganya lebih kecil, BJB juga memiliki kerja sama dengan bank-bank daerah, termasuk Bank Lampung. Besar kemungkinan bisa dilakukan patungan dalam pemberian pinjaman," jelas Nurul Fajri. 


Meski belum berani memastikan finalisasi besaran dana pinjaman termasuk pencairannya, namun Nurul Fajri menyatakan bahwa pengembalian pinjaman nantinya tidak akan melebihi periodesasi kepemimpinan Gubernur Mirza dan Wagub Jihan Nurlela.


Sebelumnya Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menyatakan, izin dari Kementerian Keuangan kepada Pemprov Lampung untuk melakukan pinjaman Rp1 triliun ke Bank Jabar-Banten (BJB) guna perbaikan jalan, diperkirakan pekan depan dananya telah cair.


Menurut dia, pekan lalu pihaknya bersama BPKAD dan Bapenda telah rapat di Kementerian Keuangan membahas pinjaman Rp1 triliun tersebut.


“Pak Abdillah (Kepala Bidang Bina Program BMBK) minggu kemarin bersama BPKAD dan Bapenda rapat di Kementerian Keuangan. Alhamdulillah, hasilnya cukup menggembirakan,” kata Taufiq, sebagaimana dikutip dari rmollampung.id, Selasa (13/1/2026) kemarin.


Sehingga, lanjut Taufiq, prosesnya tinggal menunggu surat izin pelampauan defisit.


“Begitu itu keluar, kita langsung hubungannya nanti sama Bank BJB. Harapannya sih minggu-minggu ini kita bisa keluar. Jumlahnya tetap Rp1 triliun,” sambungnya.


Nantinya uang pinjaman tersebut akan digunakan untuk perbaikan 18 paket pekerjaan atau 17 ruas jalan yang tersebar di 11 kabupaten kota di Provinsi Lampung, kecuali Metro, Lampung Utara, Tulangbawang Barat, dan Pesisir Barat. 


Berikut daftar 18 ruas jalan yang bakal dibagusin dari dana pinjaman ke BJB:


1. Jalan Ruas Kalirejo–Pringsewu di Kabupaten Pringsewu sepanjang 2,5 km.


2. Jalan Ruas Jabung–Sp. Labuhan Maringgai di Kabupaten Lampung Timur, 5 km.


3. Jalan Ruas Bandar Jaya–Sp. Mandala di Kabupaten Lampung Tengah, 10 km.


4. Jalan Ruas Wates–Metro di Kabupaten Lampung Tengah, 1,5 km.


5. Jalan Ruas Kalirejo–Bangunrejo di Kabupaten Lampung Tengah, 6 km.


6. Jalan Ruas Padang Ratu–Pekurun Udik di Kabupaten Lampung Tengah, 4 km.


7. Jalan Ruas Padang Ratu–Kalirejo di Kabupaten Lampung Tengah. 7 km


8. Jalan Ruas Kasui–Air Ringkih (Bts. Sumsel) di Kabupaten Way Kanan. 5,5 km.


9. Jalan Ruas Tegal Mukti–Tajab di Kabupaten Way Kanan. 8,75 km.


10. Jalan Ruas Sp. Teluk Kiluan–Sp. Umbar di Kabupaten Tanggamus. 2,5 km.


11. Jalan Ruas Sp. Umbar–Putih Doh di Kabupaten Tanggamus. 2,5 km.


12. Preservasi Jalan Ruas Suoh–Sp. Blok 9 di Kabupaten Lampung Barat. 4 km.


13. Jalan Ruas Gedong Aji–Umbul Mesir di Kabupaten Tulang Bawang 1 sepanjang 7 km.


14. Jalan Ruas Gedong Aji–Umbul Mesir di Kabupaten Tulang Bawang 2 sepanjang 6,5 km.


15. Jalan Ruas Brabasan–Wiralaga di Kabupaten Mesuji. 10 km.


16. Pelebaran penambahan lajur Jalan Ruas Sp. Korpri–Purwotani di Kabupaten Lampung Selatan. 10 km.


17. Pelebaran jalan menuju standar Jalan RE Martadinata di Kota Bandarlampung. 3,20 km.


18. Pelebaran jalan menuju standar Ruas Lempasing–Padang Cermin di Kabupaten Pesawaran. 2,5 km.


Menurut Taufiq, total ruas jalan yang akan dibangun dan diperbaiki dari dana pinjaman ini sepanjang 98,45 km.


Ia berharap, jalan-jalan yang dibagusin ini dapat memberikan dampak bagi masyarakat, terutama untuk ketahanan pangan dan akses perekonomian. (zal/inilampung)

LIPSUS