![]() |
| Tragedi yang menewaskan Kepala Desa Braja Asri, Kecamatan Way Jepara |
INILAMPUNGCOM - Tragedi yang menewaskan Kepala Desa Braja Asri, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Darusman, setelah terinjak oleh serangan gajah liar saat proses penggiringan satwa tersebut kembali ke kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Rabu (31/12/2025) pagi, terungkap muasalnya.
Tidak lain akibat adanya miskomunikasi antara tim penghalau gajah yang merangsek ke perbunan warga saat itu.
Kepala Balai TNWK, M. Zaidi, Kamis (1/1/2026) pagi, membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa dirinya langsung mendatangi rumah duka korban selepas peristiwa mengenaskan terjadi.
Bagaimana kronologis tragedi kemanusiaan yang mengenaskan itu? Balai TNWK membeberkan melalui Humasnya, Riri Fitriandi.
“Informasi awal kami terima sekitar pukul 06.30 WIB dari Babinsa Desa Braja Asri atas nama Agus, terkait adanya gajah liar yang terjebak di kebun karet masyarakat di dekat Jembatan Putul,” ujar Riri sebagaimana dikutip dari rmollampung.id.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim TNWK segera bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 07.15 WIB.
Setibanya di tempat kejadian perkara, tim bergabung dengan unsur Danramil, Kapolsek, Camat, Satpol PP, mitra TNWK, serta masyarakat sekitar.
“Kami kemudian melakukan diskusi bersama untuk mencari solusi agar gajah liar bisa dikembalikan dari kebun karet warga ke kawasan hutan TNWK. Saat itu diputuskan untuk menunggu kehadiran Kepala Desa Braja Asri,” jelasnya.
Sekitar pukul 09.00 WIB, Darusman -Kades Braja Asri- tiba di lokasi. Musyawarah kembali dilakukan bersama unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, BPBD, aparat desa, dan perwakilan masyarakat. Dari hasil diskusi tersebut, disepakati dilakukan penggiringan gajah menuju kawasan hutan TNWK.
“Setelah kesepakatan dicapai, kami melakukan blokade sesuai pembagian sektor yang telah ditentukan,” kata Riri.
Namun, lanjut dia, dalam pelaksanaan penggiringan terjadi miskomunikasi dengan tim blokade di bagian bawah.
Menurut Riri, tim bawah masih berjaga di jalur yang akan dilalui gajah, tepatnya di area persawahan, dan membunyikan dentuman serta petasan.
Akibat miskomunikasi itu? “Gajah yang semula sudah diarahkan ke kawasan hutan, justru berbalik arah karena adanya bunyi-bunyian dari tim bawah. Pada saat bersamaan, tim kami juga kehabisan amunisi berupa mercon untuk menggiring gajah,” ungkap Riri.
Ditambahkan, situasi tersebut membuat gajah menunjukkan reaksi agresif. Satwa liar itu kemudian berbalik dan menyerang ke arah tim blokade dari atas.
“Ketika gajah berbalik dan menyerang, seluruh tim mundur untuk mengamankan diri. Namun ada satu orang yang diserang. Setelah kami hampiri, korban diketahui adalah Kepala Desa Braja Asri, Pak Darusman,” tutur Riri.
Peristiwa penyerangan tersebut terjadi sekitar pukul 11.10 WIB. Korban kemudian segera dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa ke rumah sakit.
“Sementara proses evakuasi dilakukan, tim yang masih berada di lapangan tetap berupaya melakukan blokade agar gajah tidak kembali ke permukiman warga,” tambahnya.
![]() |
| Bupati Ela Siti Nuryamah melepas langsung jenazah Darusman (ist/inilampung) |
Sekitar pukul 12.00 WIB, puluhan gajah liar tersebut akhirnya berhasil digiring masuk kembali ke kawasan Taman Nasional Way Kambas melalui area Merang, Desa Braja Asri.
Diketahui, Kades Braja Asri, Darusman, yang menemui ajal akibat diinjak kawanan gajah liar, selama ini dikenal sebagai sosok yang baik, peduli, dan banyak membantu masyarakatnya.
Maka sangatlah wajar jika warga Braja Asri merasa sangat kehilangan. Bahkan Bupati Ela Siti Nuryamah yang melepas langsung jenazah Darusman dari rumah duka menuju pemakaman menyatakan, peristiwa ini menjadi duka seluruh masyarakat Lampung Timur.
Bupati Ela menjanjikan segera mengkoordinasikan persoalan merangseknya kawanan gajah liar ke kawasan permukiman itu dengan Forkopimda dan pihak terkait. Sehingga tidak terulang lagi tragedi seperti yang dialami Kades Braja Asri, Darusman. (zal/inilampung)



