![]() |
| Marindo Kurniawan (ist/inilampung) |
INILAMPUNGCOM - Sampai Senin (2/2/2026) kemarin, kapan realisasi pinjaman Pemprov Lampung senilai Rp1 triliun masih belum bisa dipastikan. Namun melihat "tandanya", diperkirakan pertengahan bulan Februari nanti pencairannya.
Apa "tandanya"? Hari Selasa (3/2/2026) pagi ini Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan mengikuti rapat asistensi tata kelola pemanfaatan pinjaman daerah yang diselenggarakan Kemendagri.
Tentu Sekdaprov Marindo tidak sendiri pada rapat yang digelar di Hotel Park Hyaat Jakarta Pusat itu. Plt Kepala BPKAD Nurul Fajri dan seorang pejabat administrator dari Bappeda ikut mendampingi.
Apa tujuan rapat asistensi tata kelola pemanfaatan pinjaman daerah itu? "Intinya biar pemda nggak salah kaprah gunain dana pinjamannya. Karena dampaknya sangat besar buat kondisi fiskal daerah," kata sumber inilampung.com di Kemendagri yang dihubungi Senin (2/2/2026) malam.
Lalu sampai dimana proses pinjaman Rp1 triliun itu? Senin (2/2/2026) petang, Plt Kepala BPKAD Lampung Nurul Fajri mengaku prosesnya sudah sampai di direksi Bank BJB.
"Doain aja segera clear. Semua proses administrasi sudah selesai," ucapnya.
Tidak mengganggukah lambannya pencairan pinjaman itu bagi kegiatan belasan proyek infrastruktur yang telah direncanakan? "Saya sudah komunikasi dengan Kadis BMBK, katanya tidak ada masalah. BMBK juga sudah siap kok, tinggal nunggu dananya cair," jelas Nurul Fajri.
Benarkah mundurnya pencairan pinjaman Rp1 triliun itu tidak mengganggu proses pelaksanaan belasan proyek infrastruktur yang telah direncanakan? Sayangnya Kepala Dinas BMBK Lampung M. Taufiqullah belum berhasil dimintai penjelasan hingga berita ini ditayangkan.
Sebagaimana diketahui, nantinya uang pinjaman Rp1 triliun tersebut akan digunakan untuk perbaikan 18 paket pekerjaan atau 17 ruas jalan
yang tersebar di 11 kabupaten kota di Provinsi Lampung, kecuali
Metro,Lampung Utara, Tulangbawang Barat, dan Pesisir Barat.
Berikut daftar 18 ruas jalan yang bakal dibagusin dari dana pinjaman ke BJB:
1. Jalan Ruas Kalirejo–Pringsewu di Kabupaten Pringsewu sepanjang 2,5 km.
2. Jalan Ruas Jabung–Sp. Labuhan Maringgai di Kabupaten Lampung Timur, 5 km.
3. Jalan Ruas Bandar Jaya–Sp. Mandala di Kabupaten Lampung Tengah, 10 km.
4. Jalan Ruas Wates–Metro di Kabupaten Lampung Tengah, 1,5 km.
5. Jalan Ruas Kalirejo–Bangunrejo di Kabupaten Lampung Tengah, 6 km.
6. Jalan Ruas Padang Ratu–Pekurun Udik di Kabupaten Lampung Tengah, 4 km.
7. Jalan Ruas Padang Ratu–Kalirejo di Kabupaten Lampung Tengah. 7 km
8. Jalan Ruas Kasui–Air Ringkih (Bts. Sumsel) di Kabupaten Way Kanan. 5,5 km.
9. Jalan Ruas Tegal Mukti–Tajab di Kabupaten Way Kanan. 8,75 km.
10. Jalan Ruas Sp. Teluk Kiluan–Sp. Umbar di Kabupaten Tanggamus. 2,5 km.
11. Jalan Ruas Sp. Umbar–Putih Doh di Kabupaten Tanggamus. 2,5 km.
12. Preservasi Jalan Ruas Suoh–Sp. Blok 9 di Kabupaten Lampung Barat. 4 km.
13. Jalan Ruas Gedong Aji–Umbul Mesir di Kabupaten Tulang Bawang 1 sepanjang 7 km.
14. Jalan Ruas Gedong Aji–Umbul Mesir di Kabupaten Tulang Bawang 2 sepanjang 6,5 km.
15. Jalan Ruas Brabasan–Wiralaga di Kabupaten Mesuji. 10 km.
16. Pelebaran penambahan lajur Jalan Ruas Sp. Korpri–Purwotani di Kabupaten Lampung Selatan. 10 km.
17. Pelebaran jalan menuju standar Jalan RE Martadinata di Kota Bandarlampung. 3,20 km.
18. Pelebaran jalan menuju standar Ruas Lempasing–Padang Cermin di Kabupaten Pesawaran. 2,5 km.
Menurut Kepala Dinas BMBK M. Taufiqullah, total ruas jalan yang akan dibangun dan diperbaiki dari dana pinjaman Rp1 triliun itu sepanjang 98,45 km.
Ia berharap, jalan-jalan yang dibagusin ini dapat memberikan dampak bagi masyarakat, terutama untuk ketahanan pangan dan akses perekonomian. (zal/inilampung)


.jpeg)