![]() |
Simpang Helvetia Pasar V Labuhan Deli, Deli Serdang, Sumatera Utara. Foto: Ist. |
INILAMPUNGCOM -- Simpang Helvetia Pasar V Labuhan Deli, Deli Serdang, Sumatera Utara. Sepuluh tahun lalu, kawasan ini mirip kota mati. Bangunan-bangunan tua milik PTPN II (sekarang PTPN I Regional 1) Adalah komplek pergudangan. Namun, saat ini telah berubah menjadi megapolitan dan memoles wajah baru bagi wilayah yang berbatasan dengan Kota Medan itu. Kebun Helvetia telah bertransformasi menjadi Citraland Helvetia.
Perubahan ini bukan sekadar modernitas, tetapi menjadi denyut ekonomi Kawasan yang semakin berdenyut kencang. Di sepanjang koridor Jalan Kapten Sumarsono seperti tak ada waktu jeda dari aneka transaksi. Transformasi ini seolah meruntuhkan sekat antara kawasan pinggiran dan pusat kota, menciptakan ruang publik yang jauh lebih inklusif dan hidup bagi masyarakat sekitar.
Pantauan di lokasi pada Kamis (19/02/26) menunjukkan bagaimana kawasan ini telah bermetamorfosis menjadi magnet aktivitas warga. Deretan tenant ternama seperti Kopi Kenangan dan Fore Coffee, hingga gerai teknologi seperti Eraphone serta toko sepeda listrik Pacific, berdiri berdampingan menghidupkan suasana. Kehadiran mereka tak hanya membawa geliat bisnis, tetapi juga mendekatkan kenyamanan gaya hidup modern ke depan pintu rumah warga.
Sentuhan perubahan ini paling dirasakan oleh mereka yang lama menetap di sana. Aris, warga yang sudah dua dekade tinggal di Helvetia, mengakui betapa drastisnya peningkatan kualitas hidup di lingkungannya. Baginya, kawasan ini bukan lagi sekadar jalan lintas yang berdebu dan sepi.
"Dulu di sini tertutup. Sekarang sangat lengkap dan jadi tempat favorit untuk bertemu mitra kerja. Kalau sore suasananya nyaman, semilir anginnya segar meski kita berada di pinggir jalan utama," kata Aris saat ditemui di salah satu sudut kafe.
Daya tarik visual yang estetik juga memikat generasi muda seperti Anissa (18). Baginya, CiputraLand Helvetia adalah jawaban atas dahaga akan ruang berekspresi yang dekat dari rumah.
"Tempatnya bagus untuk selfie (swafoto). Kami tidak perlu lagi jauh-jauh ke pusat kota Medan hanya untuk mencari suasana baru," tuturnya.
Namun, di balik gemerlap lampu gerai modern tersebut, tersimpan dampak nyata bagi ekonomi keluarga warga sekitar. Transformasi ini menciptakan efek domino yang signifikan melalui penyerapan ratusan tenaga kerja lokal. Warga sekitar mendapat peluang kerja dari berbagai posisi dan level. Mulai dari karyawan yang memiliki peran penting dengan Pendidikan dan keahlian tinggi, barista, juru masak, hingga petugas keamanan dan pekerja lainnya. Mereka kini menggantungkan harapan pada ekosistem bisnis baru ini.
Tidak hanya yang punya kaitan formalitas langsung, dampak dari adanya simpul ekonomi di Kawasan ini juga turut menggairahkan ekonomi Kawasan. Bursa komoditas lokal yang diproduksi oleh warga sekitar juga lebih mudah terserap. Juga produk jasa yang bekerja secara independent merasa didatangi pasar lebih besar.
Mengomentari fenomena tersebut, Pengamat Ekonomi Pembangunan Sumatera Utara, DR. Pangeran, SE. MSP. menilai langkah ini sebagai dinamika pertumbuhan yang tak terelakkan. Ia menyebutnya sebagai 'hukum alam' perkotaan: “lahan kosong akan selalu bergerak mengikuti kebutuhan populasi manusia.”
"Multiflier effect-nya sangat nyata. Ada pertumbuhan nilai perdagangan dan terbukanya lapangan kerja secara masif," jelas Pangeran.
Ia juga menyebut posisi strategis Helvetia sebagai simpul sentra ekonomi masa depan. Pertemuan Medan Marelan, Medan Helvetia, dan Deliserdang yang merupakan urat nadi transprotasi menjadi kekuatan yang berkelanjutan.
“Helvetia ini sangat strategis. Keramaian adalah keniscayaan bersama perkembangan kota. Dia berada di pertemuan arus jalur arteri yang hidup. Kawasan ini akan tumbuh pesat dan sustainable. Nah, efeknya kepada pambangunan daerah Adalah memperkuat pundi-pundi pendapatan daerah melalui sektor pajak,” kata dia.
CiputraLand Helvetia kini berdiri sebagai bukti bahwa wilayah pinggiran mampu mandiri secara ekonomi. Dengan aksesibilitas yang terus membaik, eks kawasan pergudangan ini telah sepenuhnya bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan yang produktif, inklusif, dan berkalnjutan. (mfn/rls).

